Susunan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia dirombak, Frans Dicky Tamara jadi Direktur

Herling Tumbel
Kamis, 14 Mei 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 14/5/26 (Jakarta): Perusahaan penerbangan nasional PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk melakukan perubahan susunan Komisaris dan Direksi. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, Frans Dicky Tamara (Alumni FE Unsrat) yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris, diberi kepercayaan menjadi Direktur Human Capital & Corporate Service.


Tamara menggantikan Eksitarino Irianto yang menjabat sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service sejak 15 Oktober 2025. RUPST yang diadakan Rabu (13/5/26) sekaligus memberhentikan dengan hormat Eksitarino Irianto dari jabatan Direktur, begitu pula dengan Frans Dicky Tamara dari jabatan Komisaris. Posisi Tamara di jajaran Komisaris digantikan Sugito Anjasmoro.

“Dengan susunan Manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi Perseroan untuk menuju fase turnaround yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, di Jakarta, Kamis (14/5/26).

Berdasarkan keputusan RUPST per 13 Mei 2026 yang diumumkan pada Kamis (14/5/26), susunan Dewan Komisaris dan Direksi PT Garuda Indonesia Tbk menjadi:


Komisaris

Komisaris Utama & Independen: Fadjar Prasetyo
Komisaris Independen: Mawardi Yahya
Komisaris: Chairal Tanjung
Komisaris: Sugito Anjasmoro

Direksi

Direktur Utama: Glenny Kairupan
Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
Direktur Teknik: Mukhtaris
Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills

Kinerja positif di kuartal I 2026

RUPST kali ini juga membahas kinerja manajemen Garuda Indonesia. Disebutkan, pada kuartal I tahun 2026 ini, Garuda Indonesia mencatat kinerja positif. Jumlah penumpang yang diangkut mencapai 5,42 juta orang, naik 6,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 5,08 juta penumpang. Frekuensi penerbangan juga meningkat 5,87 persen, dari 18.265 menjadi 19.337 penerbangan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan mengatakan, capaian ini menjadi sinyal positif bagi konsistensi penguatan fundamental operasional dan bisnis perseroan yang terus dijalankan secara bertahap.

“Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I 2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap,” kata Glenny Kairupan dalam keterangan tertulis, seperti dikutip dari berbagai media pada Kamis (14/5/26).

“Fokus kami saat ini tetap menjaga operational discipline, memperkuat service reliability, serta memastikan pertumbuhan bisnis berjalan lebih sehat dan sustainable,” tambah Glenny.

Diseebutkan, kinerja positif tersebut mencerminkan efektivitas strategi transformasi yang diterapkan perseroan, sekaligus memperkuat ekspektasi pemulihan dan pertumbuhan bisnis di tengah pemulihan industri penerbangan global.

Sementara itu, pendapatan usaha konsolidasian naik 5,36 persen menjadi 762,35 juta dolar AS dibanding kuartal I-2026 sebesar 723,56 juta dolar AS. Kenaikan ini terutama didorong oleh pendapatan penerbangan berjadwal yang melonjak 7,36 persen menjadi 648,10 juta dolar AS, seiring meningkatnya frekuensi penerbangan dan okupansi penumpang.

“Perseroan juga berhasil menekan rugi bersih hingga 45,2 persen menjadi 41,62 juta dolar AS, dibanding 75,93 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini mencerminkan hasil awal transformasi operasional dan penguatan fondasi keuangan untuk pertumbuhan berkelanjutan,” ungkapnya.

Tingkat ketepatan waktu penerbangan atau on time performance (OTP) meningkat menjadi 91,01 persen dari 87,93 persen. Dari sisi armada, hingga akhir kuartal I-2026, Garuda mengoperasikan 102 armada serviceable sebagai bagian dari program return-to-service (RTS) secara bertahap. Pada periode yang sama, Garuda mengangkut 2,47 juta penumpang, sedangkan anak usaha Citilink mengangkut 2,94 juta penumpang.

Glenny Kairupan menekankan fokus perusahaan pada penguatan fundamental bisnis melalui operational excellence, cost discipline, penguatan service reliability, optimalisasi jaringan penerbangan, serta transformasi layanan dan digitalisasi operasional. (P-*/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan