
Momen ketika tangan kiper Arsenal, David Raya, dipegang pemain West Ham. (‘Courtesy’ Instagram/Dok/Ist)PRIORITAS, 12/5/26 (Jakarta): Kini, sang legenda MU, Paul Scholes, yang dulu sering mengkritik Arsenal, justru memberikan pembelaan terkait insiden VAR di laga melawan West Ham United, Sabtu (10/5/26) malam.

Bahkan Schokes menegaskan, keputusan wasit sudah tepat saat itu, membatalkan gol West Ham.
Laga West Ham vs Arsenal berlangsung di London Stadium, dengan The Gunners unggul penguasaan bola.
Dan pertandingan pun tuntas 1-0 untuk Meriam London lewat gol Leandro Trossard di menit ke-83.

Hampir gagal menang
Faktanya, Arsenal hampir gagal menang di injury time saat Callum Wilson mencetak gol.
Namun wasit kemudian menganulirnya lewat tinjauan VAR, karena Pablo melanggar David Raya, kiper Arsenal.
Dalam tayangan ulang, terlihat Raya ditarik oleh Jean-Clair Todibo dalam situasi sepak pojok.
Kemudian Pablo menahan tangan Raya yang berupaya menangkap bola.
Tuai reaksi di Medsos
Selanjutnya, keputusan wasit Chris Kavanagh ini menuai reaksi di media sosial (Medsos).
Sebab, tak sedikit yang kecewa karena gol West Ham dianulir, hal itu disebabkan Arsenal juga sering melakukan kontak fisik dengan kiper di masa lalu dalam situasi sepak pojok begini.
Berdiri untuk Arsenal
Namun, Scholes kali ini berdiri untuk Arsenal setelah sepanjang musim ini banyak mengkritik pasukan Mikel Arteta tersebut.
Adapun legenda Manchester United (MU) itu menegaskan, wasit tepat dan apa yang dilakukan Arsenal selama ini ialah legal.
“Orang-orang mengeluh karena Arsenal telah melakukannya sepanjang tahun, tetapi sebenarnya tidak begitu. Mereka melakukannya secara legal,” tegas Scholes di acara The Good, The Bad & The Football yang menarik publik bola.
“Itu jelas pelanggaran. Ada dua pelanggaran. Lawan menaruh tangannya di atas tubuhnya (Raya), dia tidak bisa bergerak, dan yang lainnya adalah saat lawan menariknya,” lanjutnya meyakinkan, dikutip Detik.com.
“Ada satu orang di belakang yang menarik lengannya. Jika saya meletakkan tangan saya di sana, Anda bisa menahannya. Dan lawannya sangat besar. Jadi itu kuat, Anda tahu Anda tidak bisa bergerak, kan?” Scholes menegaskan lagi.
Hapus saja VAR
Sementara itu, satu lagi mantan pemain MU, Nicky Butt, mendesak VAR dihapus saja. Butt merasa kontroversi ini ada karena tentang kebiasaan Arsenal di masa lalu.
“VAR aib dan saya harap mereka menghapusnya. Hampir semua orang tahu itu pelanggaran. Tapi saya rasa orang-orang tidak memperdebatkan fakta bahwa itu adalah pelanggaran. Cukup jelas itu pelanggaran, tetapi ini semua tentang apa yang terjadi sebelumnya,” ungkap Nicky Butt. (P-*r/Dtk/se)

