NTP April 2026 tembus 127,54! pertanian Sulut naik 3,38 persen, hortikultura melonjak 23,21 persen

Johanes Christiaan
Selasa, 12 Mei 2026
DAERAH Ekonomi 0 414
3 menit membaca

PRIORITAS, 11/5/2026 (Manado): Sektor pertanian Sulawesi Utara mencatat capaian sangat membanggakan pada April 2026, itu merupakan Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127,54 poin, naik signifikan 3,38% dibanding bulan Maret 2026 yang tercatat 123,37 poin.


Angka ini menegaskan posisi petani semakin kuat, pendapatan meningkat, dan kesejahteraan pelaku usaha tani kian terjaga.

Kenaikan NTP ini menjadi sinyal positif utama, nilai barang yang diterima petani lebih tinggi dibandingkan harga barang yang harus mereka bayar. Artinya, usaha tani makin menguntungkan dan daya beli petani makin meningkat.

Indeks Harga


Kenaikan NTP didorong kuat oleh lonjakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 5,37% menjadi 163,64 poin. Sementara di sisi lain, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya naik 1,93% ke angka 128,31 poin.

Selisih kenaikan yang jauh lebih besar pada harga terima inilah yang membuat posisi tawar petani makin kuat. Biaya produksi naik sedikit, tapi hasil penjualan produk tani naik jauh lebih tinggi, ini adalah kondisi paling ideal bagi kesejahteraan petani.

Tak hanya itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga mencatat lonjakan gemilang yakni 134,47 poin atau naik 5,24%.

Angka ini mengukur kemampuan usaha pertanian secara keseluruhan, dan kenaikan 5% ini adalah pertanda sangat baik bahwa roda ekonomi pertanian Sulut berputar makin kencang dan menguntungkan.

Hortikultura jadi bintang: Naik 23,21 persen

Ditinjau dari subsektor, Hortikultura muncul sebagai penyumbang pertumbuhan terbesar dan paling dahsyat: NTPH tembus 234,48 poin, melonjak fantastis 23,21%.

Komoditas sayuran, buah-buahan, dan tanaman hias saat ini menjadi primadona, memberikan keuntungan luar biasa bagi petani Sulut. Kenaikan harga cabai, bawang, dan berbagai buah lokal menjadi pendorong utama angka ini.

Sementara itu, subsektor lain catat beragam pergerakan:

1. Perkebunan Rakyat (NTPR): 116,92 poin | Naik 0,74% – Komoditas kelapa, cengkeh, dan kopi tetap stabil menguat.

2. Tanaman Pangan (NTPP): 114,01 poin | Turun 3,02% – Tertekan harga beras, jagung, dan umbi-umbian yang sedikit menurun, meski masih tetap di atas angka 100 (tetap menguntungkan).

3. Perikanan (NTNP): 110,07 poin | Turun 1,50% – Harga ikan dan hasil laut sedikit terkoreksi namun masih tetap menguntungkan.

4. Peternakan (NTPT): 103,20 poin | Turun 1,17% – Harga daging dan unggas sedikit melandai, tapi masih bertahan di zona positif.

Tren NTP: Pulih tajam setelah penurunan

Jika dilihat grafik perkembangan sejak April 2025, pergerakan NTP Sulut sangat dinamis, sempat menyentuh puncak 134,92 poin pada Juli lalu, turun di akhir tahun, anjlok ke titik terendah 123,37 poin pada Maret 2026, lalu melompat naik tajam kembali ke 127,54 poin di April ini.

Pemulihan tajam bulan ini menandakan sektor pertanian Sulut sangat tangguh, cepat bangkit, dan kembali menjadi tumpuan ekonomi daerah. Angka di atas 127 berarti pendapatan petani saat ini 27,54% lebih tinggi dibandingkan biaya hidup dan biaya produksi mereka.

Data April 2026 ini adalah kabar paling menggembirakan bagi Sulawesi Utara yang basis ekonominya sangat besar di sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan.

– Petani Semakin Makmur: NTP 127,54 adalah angka sangat tinggi. Artinya setiap pengeluaran Rp100.000 untuk usaha tani, petani mendapatkan hasil penjualan setara Rp127.540 — keuntungan nyata dan besar.

– Hortikultura Kunci Baru: Lonjakan 23% membuktikan Sulut punya potensi raksasa di buah dan sayur. Ini harus jadi fokus pengembangan, perbaikan pasca panen, dan pemasaran agar terus tumbuh.

– Tekanan Biaya Terkendali: Harga barang kebutuhan dan biaya produksi hanya naik 1,93%, sangat rendah dibanding kenaikan harga hasil panen 5,37% — inflasi di sektor pertanian sangat terjaga.

– Pertanian Tetap Menopang Ekonomi: Meski ada fluktuasi di tanaman pangan atau perikanan, secara keseluruhan sektor pertanian Sulut tetap kuat, bernilai tinggi, dan menjadi penggerak ekonomi utama.

Pemerintah Provinsi Sulut diharapkan terus menjaga momentum ini, memperkuat pasokan pupuk, sarana produksi, serta membuka akses pasar lebih luas agar kenaikan NTP ini tidak hanya sesaat, tapi berkelanjutan bulan demi bulan. Keberhasilan petani adalah keberhasilan ekonomi Sulawesi Utara secara keseluruhan. (P-Deon Y. Wonggo)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan