PSSI ambil langkah tegas atas insiden kericuhan Jayapura

Khalied Malvino
Senin, 11 Mei 2026
BOLA 0 248
2 menit membaca

PRIORITAS, 11/5/26 (Jakarta): Kericuhan suporter usai pertandingan playoff Pegadaian Championship antara Persipura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe Jayapura menempatkan sepak bola Indonesia dalam posisi sulit saat masih dalam pengawasan ketat FIFA.


Anggota Exco PSSI Arya Sinulingga berharap insiden ini menjadi momentum terakhir kericuhan suporter dengan menekankan dampak negatif terhadap reputasi olahraga nasional di mata badan sepak bola internasional.

Arya mengungkapkan kekhawatirannya dengan nada serius dan mendesak suporter menjaga perilaku:

“Kami harap (kericuhan) ini terakhirlah jangan ada yang merugikan semua, sepak bola kita merugikan semua, ini kan FIFA juga pasti memantau lagi…gimana mau dipercaya FIFA kalau kita ada hal-hal seperti itu,” kata Arya Sinulingga kepada pewarta di Jakarta, Senin (11/5/26).


Kericuhan pecah setelah Persipura menderita kekalahan 0-1 dari Adhyaksa FC yang membuat tuan rumah gagal promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia dengan mimpi juara kandas.

Kekalahan itu menyulut emosi para suporter tuan rumah yang turun dari tribun stadion dan merangsek masuk ke lapangan hingga memicu kericuhan yang menyebar luas di komplek stadion dengan skala kerusakan besar.

Arya menekankan pentingnya kesadaran suporter terhadap dampak negatif kerusuhan pada citra sepak bola nasional dengan menyayangkan kejadian yang seharusnya tidak terjadi lagi:

“Kami selalu himbau, sedih juga kok bisa sampai rusuh, kita bilang selalu suporter menjaga, kita enggak mau away salah satunya itu… kecewa oke tapi jangan sampai membuat kerusuhan seperti itu, enggak sehat sepak bolanya,” kata Arya dengan penuh penyesalan.

Insiden kerusuhan Stadion Lukas Enembe mengakibatkan dampak material yang signifikan dengan total 25 kendaraan dibakar dan dirusak serta 27 kendaraan motor dinyatakan hilang.

Polisi telah menangkap 14 orang yang diduga terkait dengan kerusuhan untuk proses hukum lebih lanjut sesuai dengan pasal-pasal yang berlaku.

PSSI menyatakan akan mengambil langkah tegas atas insiden tersebut mengingat saat ini sepak bola Indonesia masih dalam pengawasan ketat oleh FIFA akibat Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan sedikitnya 135 nyawa pada 1 Oktober 2022.

Pengawasan FIFA terhadap sepak bola Indonesia menjadi tekanan tambahan bagi federasi untuk memastikan disiplin penonton dan mencegah kerusuhan berulang yang merusak reputasi internasional.

Kerusuhan suporter Persipura menunjukkan tantangan berkelanjutan dalam menjaga keselamatan dan kedisiplinan penonton di pertandingan sepak bola Indonesia meski sudah bertahun-tahun setelah tragedi Kanjuruhan.

Diperlukan sinergi antara PSSI, klub, kepolisian, dan kesadaran suporter untuk membangun budaya sepak bola yang sehat dan aman di Indonesia. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan