Perlintasan sebidang jadi celah utama kecelakaan kereta

Khalied Malvino
Senin, 11 Mei 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 11/5/26 (Jakarta): Kecelakaan kereta api di Bekasi Timur memicu alarm sistem transportasi nasional tentang keselamatan kereta api yang masih rentan terhadap berbagai risiko operasional.


Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Darmawan Aras mendesak percepatan pemisahan jalur operasional antara kereta rel listrik lokal dan kereta api antarkota dengan menganggap ini prioritas utama untuk mencegah kecelakaan sejenis di masa depan.

Andi menjelaskan pentingnya pemisahan jalur operasional dalam penyelesaian proyek Double-Double Track Jakarta-Cikarang:

“Pemisahan jalur operasional harus menjadi prioritas. Penyelesaian proyek Double-Double Track (DDT) Jakarta–Cikarang tidak hanya meningkatkan kapasitas, tetapi juga keselamatan,” kata Andi di Jakarta, Senin (11/5/26).


Tekanan sistemik pada jalur rel kawasan perkotaan menunjukkan sistem keselamatan kereta api membutuhkan evaluasi menyeluruh dari perencanaan hingga respons gangguan berantai.

Andi juga menyoroti persoalan perlintasan sebidang yang dinilai masih menjadi titik rawan kecelakaan dan sering menimbulkan insiden tragis:

“Perlintasan sebidang harus segera dibenahi. Persoalan seperti ini masih sering terjadi dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ucapnya dengan penekanan pada urgensi perbaikan.

Pengamat transportasi Darmaningtyas melihat keberadaan DDT sangat penting untuk menjamin keselamatan perjalanan kereta api terutama di jalur padat dengan pemisahan jalur antara kereta lokal dan jarak jauh.

Dengan pemisahan jalur operasional perjalanan kereta dapat berlangsung lebih aman dan minim gangguan karena tidak ada konvergensi dua jenis kereta dengan karakteristik berbeda pada jalur yang sama.

“Diharapkan kalau proyek Double-Double track itu selesai tidak ada gangguan lagi,” ucapnya mengharapkan penyelesaian proyek DDT membawa perubahan signifikan.

Darmaningtyas menambahkan perlunya penerapan teknologi sensor berbasis GPS sebagai langkah penting mencegah kecelakaan kereta api dengan meningkatkan visibilitas masinis terhadap kondisi jalur di depan.

Teknologi Intelligent Transportation System (ITS) berbasis GPS memungkinkan masinis mengetahui kondisi jalur termasuk kehadiran kereta lain atau gangguan dengan akurat dan real-time:

“Gunakan teknologi Intelligent Transportation System (ITS) berbasis GPS untuk meningkatkan keselamatan operasional kereta,” katanya merekomendasikan adopsi teknologi.

Teknologi ini mampu mendeteksi gangguan satu atau dua kilometer ke depan sehingga masinis dapat mengambil tindakan pencegahan dengan waktu respons lebih panjang.

Sistem monitoring berbasis GPS menjadi opsi yang dapat dikaji untuk memperkuat keselamatan kereta api dengan memberikan early warning kepada operator sebelum kecelakaan terjadi.

Kombinasi penyelesaian Double-Double Track dan penerapan teknologi GPS akan meningkatkan keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api secara substansial dengan mengeliminasi faktor risiko sistemik dan teknis yang selama ini menjadi pemicu kecelakaan kereta api di jalur urban Indonesia. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan