Prof. Darmoko dikukuhkan jadi guru besar UI, perkuat kajian filologi sastra Jawa kuno

Giovanni Riung
Minggu, 10 Mei 2026
Pendidikan 0 290
2 menit membaca

(Dok. Humas Universitas Indonesia).


PRIORITAS, 10/5/2026 (Depok): Universitas Indonesia mengukuhkan Prof. Dr. Darmoko, S.S., M.Hum. sebagai Guru Besar Tetap dalam ranting ilmu Filologi Sastra Jawa Kuno pada Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UI, Sabtu (9/5/2026).

Pengukuhan tersebut berdasarkan Petikan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 44545/M/KPT.KP/2025 tertanggal 1 Desember 2025 tentang kenaikan jabatan akademik/fungsional dosen.

Prof. Darmoko dikenal sebagai akademisi senior yang menaruh perhatian besar pada bidang tekstologi Jawa dan pengembangan kajian filologi sastra Jawa kuno di Indonesia. Selama berkarier di UI, ia pernah menjabat sebagai Koordinator Program Studi Sastra Jawa periode 2004–2008 dan 2008–2012, serta Ketua Program Studi Magister Asia Tenggara FIB UI periode 2018–2022.


Dedikasinya di bidang akademik dan pengabdian masyarakat turut mendapat apresiasi sebagai Pengabdi Terbaik Rumpun Sosial Humaniora FIB UI tahun 2024.

Dalam bidang penelitian, Prof. Darmoko aktif menulis di jurnal internasional bereputasi. Sejumlah karya ilmiahnya antara lain “Narrative Strategy and the Ethics of Power in the Kresna Duta Play: A Review of Surakarta Style Wayang Wong Performing Arts” yang terbit di Pertanika Journal of Social Sciences and Humanities tahun 2025, “Wayang Kulit Performance on YouTube: Tradition and Innovation in a Competitive Virtual Environment” di Asian Theatre Journal tahun 2025, serta “Narrative Strategy of Myth and Power in the Play Dimadine Jeneng Dina Jawa” pada Humanities, Arts, Social Sciences Studies Journal tahun 2025.

Di luar dunia kampus, kepakarannya dipercaya dalam berbagai bidang kebudayaan nasional. Ia menjabat Ketua Bidang Litbang Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi) dan turut menjadi narasumber dalam penominasian Arsip Diaspora Orang Jawa di Suriname ke program Memory of the World UNESCO tahun 2025.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Darmoko menyoroti pentingnya tekstologi sebagai cabang ilmu filologi yang mempelajari sejarah, perubahan, dan rekonstruksi teks-teks kuno untuk memahami nilai budaya, norma, serta pemikiran masyarakat masa lalu.

Kajian tersebut dituangkan dalam pemikiran bertajuk “Tekstologi Jawa: Resepsi, Transformasi, dan Alih Wahana”. Melalui pendekatan itu, tekstologi tidak hanya berfokus pada kajian naskah klasik, tetapi juga berkembang ke arah kajian kesastraan kontemporer dengan pendekatan resepsi, transformasi, dan alih wahana budaya.

Menurutnya, tekstologi memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya bangsa melalui pelestarian nilai-nilai luhur, kearifan lokal, serta penguatan karakter masyarakat.

“Tekstologi memfasilitasi internalisasi moral, sejarah, dan kearifan lokal yang membentuk kepribadian bangsa yang beradab dan berkarakter,” demikian isi pidato pengukuhan tersebut.

Selain itu, tekstologi juga berfungsi menghasilkan edisi teks yang akurat, merekonstruksi sejarah isi naskah kuno, sekaligus menyelamatkan warisan budaya dari ancaman kepunahan. (P-Ichsan, Iluni Asteng FIB UI)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan