Ternyata harga BBM Pertalite sebenarnya Rp16.088 per liter, bukan Rp10.000, kenapa?

Selvijn MJR
Minggu, 10 Mei 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 10/5/26 (JAKARTA): Ya, sebrnarnya harga asli BBM Pertalite bukan Rp10.000 per liter. Namun kembali Pertalite menjadi sorotan publik setelah viral struk pembelian di SPBU Pertamina yang menunjukkan angka Rp16.088 per liter sebelum subsidi diberikan.


Diketahui, temuan itu membuat banyak warganet mempertanyakan skema subsidi BBM yang selama ini berlaku di Indonesia.

Terhadap hal itu, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M V Dumatubun mengatakan, harga yang tercantum dalam struk tersebut merupakan nilai keekonomian Pertalite sebelum subsidi pemerintah diberikan kepada masyarakat kita.

Roberth Dumatubun menuturkan, subsidi energi diberikan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menopang aktivitas ekonomi nasional. Sebab itu, harga jual Pertalite di masyarakat tetap berada di level Rp10.000 per liter hingga kini.


“Subsidi bertujuan menjaga kestabilan nasional, baik dari sisi daya beli masyarakat maupun menjaga roda perekonomian tetap berjalan,” kata Roberth dalam pernyataannya kepada CNBC Indonesia, Sabtu (9/5/26) kemarin.

Diketahui, di tengah polemik tersebut, muncul pula pertanyaan mengapa subsidi tidak diberikan kepada Pertamax yang memiliki nilai oktan lebih tinggi.

Roberth lalu menjelaskan, Pertamax merupakan BBM umum non-subsidi, sehingga harga jualnya mengikuti mekanisme pasar dunia.

“Pertamax adalah jenis BBM non-subsidi karena harganya mengikuti harga pasar,” katanya lagi.

Diingatkannya lagi, harga BBM non-subsidi saat ini masih mendapat pengaruh dari kebijakan pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas harga di tengah gejolak energi dunia.

Ramai di Medsos

Dilaporkan, sebelumnya salah satu unggahan yang ramai dibahas muncul di platform Threads dan memperlihatkan rincian harga dasar Pertalite sebelum mendapatkan subsidi pemerintah.

Adapun dalam struk tersebut, tercantum harga dasar Pertalite mencapai Rp16.088 per liter. Namun konsumen hanya membayar Rp10.000 per liter karena terdapat subsidi pemerintah sebesar Rp6.088 untuk setiap liter BBM yang dibeli.

Akibat temuan itu langsung memicu pertanyaan publik. Pasalnya, harga dasar Pertalite yang memiliki RON 90 justru terlihat lebih tinggi dibandingkan Pertamax dengan RON 92 yang saat ini dijual sekitar Rp12.300 per liter di wilayah Jabodetabek.

Adapun narasi dalam video yang beredar kemudian berkembang menjadi perdebatan soal logika harga BBM. Banyak warganet mempertanyakan alasan pemerintah memberikan subsidi kepada Pertalite, bukan kepada Pertamax yang dinilai memiliki kualitas lebih tinggi itu.

Selanjutnya, dalam struk pembelian yang viral tersebut tertulis rincian harga dasar Pertalite Rp16.088 per liter, subsidi pemerintah Rp6.088 per liter, dan harga jual ke masyarakat sebesar Rp10.000 per liter saja. (P-*r/se)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan