
Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda gubernur terbaik pilihan anak muda.(Coutesy: FB/Sherly Tjoanda-Laos)PRIORITAS, 4/5/26 (Jakarta): Nama Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mencuat sebagai pemimpin daerah dengan kinerja terbaik versi anak muda pada awal 2026. Dalam hasil survei nasional yang dirilis lembaga riset Muda Bicara ID, Sherly menempati posisi teratas dengan tingkat dukungan sebesar 18,5 persen, mengungguli sejumlah gubernur dari provinsi besar di Indonesia.

Survei tersebut dilakukan sepanjang Maret 2026 dengan melibatkan sekitar 800 responden usia 17–40 tahun di seluruh Indonesia. Metode yang digunakan adalah computer-assisted self interviewing (CASI) dengan margin of error sekitar ±5 persen.
Penilaian tidak hanya berbasis pembangunan fisik, tetapi juga mencakup respons terhadap kebutuhan generasi muda, kebijakan publik, kondisi ekonomi dan kesejahteraan, serta aspek kesehatan mental.
Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda kini menjadi indikator penting dalam menilai kualitas kepemimpinan daerah.

Sherly Tjoanda gubernur terbaik di Indonesia.
Baca juga : Gubernur ‘cantik’ Sherly Tjoanda bersama anaknya, mengenang saat tinggal di Manado
Di bawah Sherly Tjoanda, posisi kedua ditempati Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung dengan 17,3 persen, disusul Dedi Mulyadi (Jawa Barat) dengan 17,1 persen.
Sementara posisi berikutnya diisi oleh Sri Sultan HB X (DI Yogyakarta), Muzakir Manaf (Aceh), dan Anwar Hafid (Sulawesi Tengah).
Hasil ini memperlihatkan perubahan pola penilaian publik, khususnya anak muda yang semakin kritis dan aktif dalam menilai kinerja pemimpin daerah.

Keberhasilan Sherly Tjoanda dinilai tidak lepas dari pendekatan kepemimpinan yang lebih inklusif dan komunikatif, termasuk aktif membangun kedekatan dengan generasi muda melalui berbagai kanal, termasuk media sosial.
Selain itu, tingkat kepuasan masyarakat di Maluku Utara juga tergolong tinggi, yang turut memperkuat posisinya di puncak survei.
Meski meraih posisi teratas, hasil survei ini juga menuai beragam tanggapan. Sejumlah pengamat menilai faktor persepsi di media sosial turut berperan besar dalam membentuk opini generasi muda terhadap kinerja kepala daerah.
Hal ini menunjukkan bahwa di era digital, citra dan komunikasi publik menjadi bagian penting dalam kepemimpinan modern.(P-sm)

