
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan konferensi pers usai meninjau fasilitas SMAN 1 Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/26). (Tangkapan Layar Youtube/Sekretariat Presiden)PRIORITAS, 29/4/26 (Jakarta): Hingga saat ini banyak negara belajar program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena pemerintah Indonesia melalui kebijakan itu mampu melayani lebih dari 60 juta penerima manfaat secara rutin, lima kali seminggu.

”Banyak negara, sekarang belajar MBG ke kita. Karena, dimana ada negara, bisa memberi makan lebih 60 juta orang, lima kali seminggu? Dari ibu hamil hingga Lansia yang tidak berdaya, kita antar makanannya,” kata Presiden Prabowo dalam sambutan di acara “groundbreaking” 13 proyek hilirisasi di Cilacap Jawa Tengah melalui siaran YouTube Sekretariat Kabinet di Jakarta, Rabu (29/4/26).
Mesin penggerak ekonomi baru
Selanjutnya Prabowo menjelaskan, MBG berfungsi sebagai mesin penggerak ekonomi baru dan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tingkat desa, pemerintah berperan sebagai pembeli siaga (offtaker) untuk menyerap hasil panen petani dan nelayan kita.

Adapun sistem ini diklaim mampu memutus ketergantungan pada tengkulak dan menjaga stabilitas harga saat panen raya, sehingga para produsen pangan lokal mendapatkan jaminan pasar yang pasti dan aman.
Sementara itu, dari sisi ketenagakerjaan, kata Presiden, program ini diproyeksikan membuka lapangan kerja massal di Tanah Air.
Ke depan, Pemerintah menargetkan pembangunan 30.000 dapur MBG yang diperkirakan menyerap 1,5 juta tenaga kerja, serta pengaktifan 81.000 Koperasi Merah Putih yang diproyeksikan mempekerjakan 1,4 juta orang di sektor logistik kita.
Uang yang kita hemat dari korupsi
Mengenai pembiayaan, Presiden menekankan, anggaran besar untuk program ini merupakan hasil dari langkah efisiensi pemerintah dalam menekan kebocoran dana akibat korupsi selama ini.
”Ini adalah uang yang kita hemat dari korupsi. Kita tahan, kita realokasi dan kita gelontorkan ke rakyat. Saya merasa berada di jalan yang benar,” tegas Presiden, dikutip Antara.
Karena itu Presiden berharap keberhasilan program MBG menjadi fondasi bagi Indonesia untuk mencapai “take-off” (lepas landas) ekonomi melalui penguatan gizi masyarakat dan penguatan ekonomi kerakyatan yang diakui secara global ke depannya. (P-*r/se)

