Harga BBM global melonjak, Hong Kong jadi negara dengan bensin termahal di dunia

Zamir Ambia
Senin, 27 April 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 27/4/26 (Jakarta): Lonjakan harga minyak dunia kembali memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara sepanjang 2026. Konflik geopolitik di Timur Tengah, gangguan distribusi energi global, hingga tingginya pajak bahan bakar membuat harga bensin di sejumlah negara melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir.


Berdasarkan data terbaru Global Petrol Prices per April 2026, Hong Kong tercatat sebagai wilayah dengan harga BBM paling mahal di dunia. Harga bensin di Hong Kong mencapai sekitar US$4,11 per liter atau setara Rp68 ribu hingga Rp70 ribu per liter, jauh di atas rata-rata harga global sebesar US$1,49 per liter.

Data Trading Economics juga memperlihatkan harga bensin Hong Kong menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Maret 2026. Kenaikan tersebut dipicu tingginya biaya impor energi, pajak bahan bakar, serta mahalnya biaya distribusi di wilayah metropolitan padat penduduk tersebut.

Selain Hong Kong, sejumlah negara Eropa turut masuk daftar negara dengan BBM termahal di dunia. Belanda, Denmark, Jerman, Swiss, Norwegia, hingga Yunani memiliki harga bensin di atas dua USD per liter. Negara-negara tersebut menerapkan pajak karbon dan cukai energi cukup tinggi demi menekan emisi kendaraan bermotor.


Sebagaimana dikutip dari Reuters, Singapura juga menjadi salah satu negara Asia dengan harga BBM tertinggi. Harga bensin RON 98 di negara tersebut dilaporkan mencapai sekitar Rp54 ribu per liter. Tingginya harga dipengaruhi keterbatasan lahan, pajak kendaraan, serta kebijakan pemerintah membatasi penggunaan mobil pribadi.

Negara berkembang alami lonjakan BBM

Di sisi lain, sejumlah negara berkembang justru mengalami lonjakan harga BBM tercepat sepanjang 2026. Nigeria, Myanmar, Filipina, hingga Vietnam mencatat kenaikan harga bensin lebih dari 30 persen akibat pelemahan mata uang dan melonjaknya harga minyak mentah dunia.

Sementara itu, Indonesia masih tergolong negara dengan harga BBM relatif murah dibanding banyak negara lain. Data Trading Economics menunjukkan harga bensin Indonesia berada di kisaran US$0,6 per liter atau sekitar Rp10 ribuan per liter berkat subsidi pemerintah.

Pengamat energi menilai tren kenaikan harga BBM global masih berpotensi berlanjut apabila konflik geopolitik belum mereda dan pasokan minyak dunia tetap terganggu. Negara pengimpor energi seperti Hong Kong, Singapura, hingga sejumlah negara Eropa diperkirakan tetap menghadapi harga BBM tinggi sepanjang 2026. (P-Zamir)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan