“Ada apa dengan Manado?” Kota toleran ini terhempas dari 10 besar nasional

Sem Muhaling
Sabtu, 25 April 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 24/4/2026 (JAKARTA): Publik dikejutkan setelah SETARA Institute merilis daftar kota paling toleran 2025. Nama Manado yang selama ini identik dengan kerukunan antarumat beragama justru menghilang dari daftar elit tersebut. Sementara itu, Salatiga kembali kokoh di posisi puncak.


SETARA Institute merilis Indeks Kota Toleran (IKT) 2025, menempatkan Salatiga sebagai kota paling toleran di Indonesia. Dalam laporan terbaru ini, tidak ada satu pun kota di Sulawesi Utara yang masuk dalam daftar 10 besar, termasuk Manado yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu kota toleran.

Peluncuran IKT 2025 dilakukan di Jakarta pada 22 April 2026. Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, menjelaskan bahwa indeks ini merupakan upaya memotret praktik toleransi dan pengelolaan keberagaman di 94 kota di Indonesia.

Daftar 1o besar kota paling toleran


Berdasarkan hasil penilaian Setara Institut, sepuluh kota dengan tingkat toleransi tertinggi secara berurutan masing-masing:

1. Salatiga

2. Singkawang

3. Semarang

4. Pematang Siantar

5. Bekasi

6. Sukabumi

7. Magelang

8. Kediri

9. Tegal

10. Ambon

Salatiga menempati posisi pertama dengan skor tertinggi, melanjutkan tren sebagai kota dengan praktik toleransi yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Manado terhempas dari 10 besar

Sementara itu, hasil IKT 2025 memunculkan sorotan terhadap Kota Manado. Kota yang selama ini dikenal dengan citra kerukunan antarumat beragama tersebut tidak lagi masuk dalam 10 besar. Bahkan, tidak ada satu pun kota di Sulawesi Utara yang berhasil menembus daftar tersebut tahun ini.

Hingga kini, SETARA Institute belum memberikan penjelasan rinci mengenai faktor spesifik yang menyebabkan Manado terlempar dari jajaran kota paling toleran. Namun secara umum, penilaian IKT mencakup variabel seperti regulasi pemerintah daerah, tindakan aparatur, serta dinamika sosial masyarakat dalam menjaga keberagaman.

Setara Instutut tak bisa jelaskan indikatornya

Menurut Sekretaris Daerah Kota (Sekkot) Manado, dr Steaven Dandel, sebagaimana dikutip dari manadopost.jawapost.com, sampai saat ini dirinya masih menunggu jawaban dari pihak SETARA Institute.

“Saya hadir dalam acara tersebut. Dan saya tanyakan langsung apa indikatornya. Tapi mereka tak bisa menjawab,” kata Dandel kepada Manado Post, Kamis (23/4).

Menurut Dandel, dirinya masih menunggu jawaban yang diminta terkait apa-apa saja indirkator yang dirilis SETARA Institute sehingga Manado keluar dari peringkat.

Laporan ini menjadi pengingat bahwa praktik toleransi bersifat dinamis dan membutuhkan konsistensi kebijakan serta partisipasi masyarakat. Kota-kota yang masuk daftar dinilai mampu menghadirkan ruang hidup yang inklusif, sementara daerah lain ditantang untuk terus memperkuat komitmen terhadap pluralisme. (P-Sem)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan