Perkuat konektivitas perbatasan, Pemkab Sangihe dan BAKTI Komdigi mitigasi gangguan Palapa Ring Tengah

Selvijn MJR
Selasa, 14 April 2026
DAERAH 0 326
3 menit membaca

PRIORITAS, 14/4/26 (Sangihe): Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe bersama (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Komdigi memperkuat sinergi untuk menjamin kestabilan layanan internet di wilayah perbatasan utara Indonesia.


Langkah ini diambil menyusul agenda perbaikan partial cut pada jaringan tulang punggung (backbone) Palapa Ring Tengah segmen Tahuna–Melonguane.

Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi dan sosialisasi perbaikan jaringan Palapa Ring Tengah, khususnya pada segmen Tahuna–Melonguane baru-baru ini di Manado.

Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, dalam arahannya menekankan pentingnya keandalan infrastruktur digital bagi masyarakat kepulauan.


Disebutnya, potensi gangguan jaringan (blackout) dalam durasi lama akan berdampak signifikan pada sektor pelayanan publik, ekonomi, dan pendidikan.

Dalam agenda kegiatan itu hadir beberapa pihak terkait. Dari pemerintah kabupaten hadir Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Sitaro Eddy S Salindeho, Kepala Dinas Kominfo Sangihe Ronald Lumiu, serta Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Kepulauan Sitaro Indra Purukan.

Sementara dari BAKTI Komdigi dihadiri oleh Plt Direktur Layanan Telekomunikasi dan Informasi Masyarakat dan Pemerintah, Sudarmanto, Kepala Divisi Layanan Telekomunikasi dan Informasi Pemerintah Suharyoto, Kepala Divisi Infrastruktur Backbone Meiliana Loeis, serta Kepala UPT Balai Monitor SFR Kelas II Manado Manuelson Jaka Jusuf.

Kegiatan ini juga diikuti secara Daring oleh Direktur Pengendalian Infrastruktur Digital, Indra Maulana serta Ketua Tim Layanan Data dan Informasi Infrastruktur Digital, Indra Apriadi, bersama perwakilan dari Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Direktorat Layanan Telekomunikasi dan Informasi Badan Usaha I, PT LEN Telekomunikasi Indonesia, dan Surveyor Indonesia.

“Konektivitas bukan sekadar infrastruktur, tetapi menjadi fondasi utama pelayanan publik, akses pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi digital di Kepulauan Sangihe. Kami berkomitmen mendukung penuh proses ini agar masyarakat tetap terhubung dengan kualitas layanan yang lebih baik setelah perbaikan,” ujarnya.

Pertemuan difokuskan pada perumusan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas layanan telekomunikasi selama proses pemeliharaan kabel bawah laut, yang menjadi tulang punggung jaringan komunikasi di kawasan perbatasan itu.

Disiapkan 150 titik cadangan internet

Untuk mengantisipasi potensi gangguan selama proses perbaikan jaringan backbone kabel bawah laut, BAKTI Komdigi telah menyiapkan akses internet cadangan di lebih dari 150 titik layanan publik strategis.

Titik tersebut mencakup fasilitas pemerintahan, sekolah, hingga layanan kesehatan.

Pemkab Sangihe berharap kolaborasi lintas sektor ini mampu menjamin hak masyarakat di wilayah perbatasan untuk tetap mendapatkan akses informasi yang memadai.

Melalui pemeliharaan infrastruktur ini, diharapkan jaringan telekomunikasi di wilayah utara Indonesia semakin tangguh, stabil, dan andal dalam mendukung percepatan transformasi digital ke depan.

Jadwal dan dampak perbaikan jaringan

Sesuai rencana dari pihak BAKTI Komdigi, kegiatan perbaikan jaringan ini akan berlangsung dari 1 – 25 April 2026. Dalam rentang waktu tersebut, menurut sumber, akan terjadi gangguna yang diprediksi terjadi selama 9 hari, yakni pada 16 – 24 April 2026.

Gangguan tersebut disebabkan oleh pekerjaan perbaikan kerusakan kabel bawah laut (partial cut) pada segmen Tahuna – Melonguane serta segmen Manado – Ondong Siau.

Akibatnya, dua kabupaten akan terdampak yakni Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Langkah mitigasi layanan

BAKTI Komdigi bersama Pemkab Sangihe telah menyiapkan beberapa solusi cadangan guna mencegah pemutusan total (blackout) akses digital meliputi penyediaan unit Starlink sebanyak 100 unit sebagai cadangan strategis, terutama untuk mendukung sektor pendidikan.
Juga akan dilakukan optimalisasi titik layanan publik berupa penguatan akses internet di lebih dari 150 titik layanan publik, termasuk sekolah, puskesmas, dan kantor desa.

Pihak BAKTI Komdigi juga akan memanfaatkan Satelit SATRIA-1 sebagai akses internet pada titik-titik krusial serta peningkatan kecepatan jaringan hingga 200 Mbps di area terdampak selama masa pemeliharaan.

Transparansi dan koordinasi

Terkait dengan kondisi selama pelaksanaan perbaiki jaringan, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, menekankan pentingnya transparansi dengan meminta operator PT LEN Telekomunikasi Indonesia untuk memberikan laporan perkembangan harian kepada masyarakat.

Sinergi ini juga melibatkan pengawasan dari DPRD Sangihe untuk memastikan layanan publik tetap berjalan meski infrastruktur utama sedang dalam perbaikan. (P-Sem Muhaling/se)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan