Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, meninjau pelaksanaan program magang di PT Rasa Kreasi Karya (Tandhok Space), Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung proses pembelajaran kerja serta pengembangan keterampilan peserta magang di sektor industri kreatif.
Industri kreatif memiliki karakter yang menuntut adaptasi, kreativitas, kolaborasi, serta ketepatan dalam eksekusi pekerjaan. Pola ini dinilai mampu memperkaya model pelaksanaan magang nasional yang selama ini juga diterapkan di sektor manufaktur, jasa, media, dan perbankan.
Program magang dirancang dengan pendekatan pembelajaran selama enam bulan melalui pendampingan mentor. Setiap peserta menjalani pencatatan aktivitas harian sebagai bagian dari evaluasi perkembangan kompetensi. Pola tersebut ditujukan untuk memastikan adanya peningkatan keterampilan yang terukur selama masa magang.
Pelaksanaan program juga diarahkan agar tidak bersifat administratif semata. Interaksi langsung antara peserta dan mentor menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.
Tujuan utama program pemagangan berfokus pada penyiapan tenaga kerja yang siap memasuki dunia kerja. Peserta yang sebelumnya belum memiliki pengalaman kerja mendapatkan bekal kompetensi serta sertifikat magang setelah menyelesaikan program.
Dalam pelaksanaannya, terdapat perusahaan yang kemudian merekrut peserta magang berdasarkan kinerja selama program berlangsung. Proses tersebut menjadi salah satu dampak dari pelaksanaan pemagangan, meskipun bukan tujuan utama program.
Data pelaksanaan menunjukkan jumlah mitra pemagangan di Jawa Tengah mencapai 700 mitra dengan 8.518 peserta. Sementara di Kota Semarang tercatat 153 mitra dengan jumlah peserta magang sebanyak 1.687 orang.
Pengembangan program magang di sektor industri kreatif diharapkan dapat memperluas akses pengalaman kerja sekaligus mendukung pertumbuhan lapangan kerja baru di berbagai daerah. (P-/gr)