PRIORITAS, 3/4/26 (Jakarta): Gejolak geopolitik di Timur Tengah tak perlu membuat warga Indonesia cemas soal beras. Bulog memastikan stok beras nasional saat ini sangat aman.
Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Agmad Rizal Ramdhani melaporkan cadangan beras pemerintah mencapai 4.387.469 ton per 1 April 2026. Angka itu melampaui rekor tertinggi tahun sebelumnya yang berada di kisaran 3,2 juta ton.
“Kami lapor stok beras kita mencapai 4.387.469 ton, ini sudah di gudang Bulog semua. Jadi masyarakat tidak perlu panic buying, tidak perlu stres terhadap dampak-dampak dari luar negeri. Jadi, stok kita cukup banyak,” kata Rizal dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (2/3/26).
Rizal bahkan memprediksikan total pengadaan beras bisa menembus 5 juta ton pada akhir April 2026. Panen di berbagai daerah sentra produksi masih berlangsung dan terus menambah pasokan.
Total kapasitas gudang Bulog secara nasional tercatat 5.589.963 ton. Saat ini terisi sekitar 4.368.184 ton — masih ada ruang penyimpanan sekitar 1.221.779 ton untuk menampung tambahan stok.
Bulog juga tengah membangun 100 gudang baru di 2026 sesuai arahan Presiden. Proses administrasi dan tender sudah berjalan setelah terbitnya Peraturan Presiden.
Untuk menjaga harga tetap stabil, Bulog bersama Satgas Pangan rutin memantau pasar tiga kali seminggu.
“Terus terang kami seminggu tiga kali ke pasar. Jadi sudah kayak minum obat, kami seminggu tiga kali di pasar mengontrol harga pangan dengan teman-teman Polri, Kemendag dan lain sebagainya untuk menjaga harga itu tetap stabil. Dan syukur alhamdulillah secara umum stabil,” ucap Rizal.
Bulog juga memantau produsen pangan setiap minggu dan menggelar operasi pasar serta pasar murah jika harga komoditas tertentu naik.
Secara umum harga pangan stabil. Satu-satunya tantangan saat ini adalah cabai yang masih fluktuatif akibat faktor cuaca. (P-Khalied M)