
PRIORITAS, 2/4/26 (Manado) : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis berakhirnya peringatan dini ancaman tsunami menyusul gempa 7,6 MMI di wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan sekitarnya. Sementara Badan SAR Nasional (Basarnas) melaporkan ada 25 kali gempa susulan sesudah gempa utama.
Peringatan dini tsunami akibat gempa magnitudo 7,6 yang mengguncang Sulut dan Maluku Utara pada Kamis, 2 April 2026, resmi dinyatakan berakhir oleh BMKG pada pukul 09.56 WIB.
Namun demikian, warga diimbau tetap waspada terhadap gempa susulan namun diperbolehkan kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Berikut adalah poin penting terkait situasi terkini:
* Pencabutan Resmi:
BMKG mencabut peringatan dini karena hasil observasi menunjukkan tidak ada lagi kenaikan muka air laut yang signifikan.
* Ketinggian Gelombang:
Tsunami sempat terdeteksi dengan ketinggian relatif kecil (kurang dari 75 cm) di wilayah seperti Bitung (20 cm) dan Minahasa Utara (30 cm).
* Gempa Susulan:
Hingga pukul 09.50 WIB, tercatat 48 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,5.
*Imbauan:
Warga tetap diminta tenang, tidak terpancing isu bohong, dan memantau informasi resmi dari BMKG atau situs inatews.bmkg.go.id.
Sementara itu Basarnas Sulut, Kantor pencarian dan pertolongan Manado dalam rilis yang diterima, Kamis (2/4/26), menerangkan berdasarkan laporan, pusat gempa berada sekitar 129 kilometer tenggara Bitung dengan kedalaman 62 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan kuat oleh masyarakat, khususnya di Kota Bitung, selama kurang lebih 15 hingga 20 detik dan sempat menimbulkan kepanikan.
Warga di wilayah Girian Bawah melaporkan adanya fenomena surutnya air laut hingga sekitar 7–10 meter dari garis pantai. Sementara di Pantai Candi, Bitung Barat Dua, air laut juga terpantau surut sekitar 5 meter sesaat setelah gempa terjadi.
Hingga saat ini, tercatat telah terjadi 25 kali gempa susulan. Selain itu, terpantau adanya kenaikan muka air laut di beberapa wilayah pesisir, sehingga kondisi masih dalam pemantauan intensif oleh pihak berwenang.
Dari data sementara, gempa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang mengalami cedera ringan. Selain itu, kerusakan juga dilaporkan terjadi pada sejumlah bangunan, meliputi enam unit rumah, empat gedung perkantoran, serta empat rumah ibadah.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado, George Mercy Randang, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Ia juga mengingatkan warga agar menjauhi wilayah pantai dan daerah rendah serta selalu mengikuti informasi resmi dari instansi terkait seperti BMKG dan BPBD.
Saat ini, kondisi di wilayah terdampak masih terus dipantau oleh tim SAR gabungan dan instansi terkait guna mengantisipasi perkembangan situasi lebih lanjut. (P/dg)