Pelabuhan Bandar Lengeh, pangkalan militer penting Iran dan basis perdagangan ekspor dan impor di Iran selatan terbakar hebat diserang Israel.(x-raymondfh)PRIORITAS, 21/3/26 (Tel Aviv): Pesawat-pesawat tempur Israel menyerang pelabuhan penting militer Iran di Bandar-e Lengeh di Iran selatan. Puluhan kapal berbagai jenis terbakar hebat dan tenggelam.
Militer Israel mengungkapkan Bandar-e Lengeh menjadi sasaran serangan udara tadi malam, karena teridentifikasi digunakan angkatan laut Iran sebagai pangkalan militer.
“Infrastruktur angkatan laut Iran terkena serangan di laut Kaspia. Target meliputi kapal-kapal Angkatan Laut Iran, termasuk kapal rudal, kapal pendukung, dan kapal penjaga”, kata pernyataan Pasukan Pertahanan Israel, seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Sabtu (21/3/26).
Menurt IDF, dalam serangan itu, militer Israel juga menghancurkan pusat komando pelabuhan tempat pasukan Angkatan Laut Iran mengendalikan operasi. Selain itu, sasaran pengeboman juga menghantam infrastruktur pusat yang digunakan untuk perbaikan dan pemeliharaan kapal Iran.
Pangkalan di Propinsi Hormozgan ini diketahui merupakan fasilitas militer strategis Iran di Teluk Persia.
Pangkalan ini telah digunakan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).
Bandar-e Lengeh menghadap Teluk Persia (Persian Gulf), dekat dengan Selat Hormuz yang sangat penting untuk lalu lintas minyak dunia.
Pangkalan ini termasuk dalam wilayah ke-5 IRGCN (dikenal sebagai Region 5 atau Imam Mohammad Bagher).
Operasi asimeteris
Fasilitas ini telah lama digunakan militer Iran untuk menampung kapal patroli cepat (fast attack craft/patrol boats), sistem rudal, dan drone untuk operasi di perairan Teluk Persia.
Meski pangkalan ini bukan basis utama Angkatan Laut Iran reguler seperti di Bandar Abbas, namun IRGC telah menggunakan untuk operasi asimetris, pengawasan dan ancaman terhadap kapal-kapal tanker dan kargo di Selat Hormuz.
Laporan lain menyebutkan, Bandar e-Lengeh sudah lama menjadi tempat bongkar suplai persenjataan militer Iran dari luar negeri, diduga dari Rusia dan China.
“Tadi malam, target jet tempur Angkatan Udara Israel juga adalah zona bea cukai Bandar-e-Lengeh di selatan Iran di Teluk Persia, yang merupakan titik kunci untuk pengangkutan senjata dan barang untuk Korps Garda Revolusi Islam.”, kata warga setempat.
Serangan terbaru militer Israel itu, bagian dari serangkaian serangan yang menargetkan aset angkatan laut Iran di wilayah Selat Hormuz, dengan laporan kerusakan signifikan pada kapal dan infrastruktur.
Serangan Israel di Bandar e Lengeh menjadi sebagai pukulan besar bagi kemampuan militer Iran yang mengontrol lalu lintas maritim di kawasan tersebut.
Meski yang terbakar adalah sejumlah kapal militer Iran, namun kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan IRGC menyebut serangan tersebut hanya menenggelamkan kapal sipil.
“Setidaknya 16 tongkang komersial dan sipil milik warga sipil Iran terbakar dalam serangan udara Amerika-Zionis di Bandar-e Lenger”, klaim Tasnim.
Sebelumnya, pada 9 Maret 2026 lalu beberapa kapal perang Iran, termasuk korvet rudal kelas Shahid Soleimani (seperti IRIS Haj Qasem atau serupa), dilaporkan hancur diserang militer AS dan Israel di lepas pantai Bandar-e Lengeh.
Rekaman video publik yang beredar, kapal tersebut meledak dan terbakar hebat di tengah laut. Tak lama kemudian kapal perang Iran itu tenggelam.
Ini adalah kapal perang kelas Soleimani kedua yang dihancurkan oleh AS.
Meskipun memiliki rudal pertahanan udara Sayyad-2 di dalamnya, kapal perang Iran tersebut tidak dapat mendeteksi rudal jelajah Tomahawk yang datang dan akhirnya menenggelamkannya.
Makin intensif
Militer Israel menyatakan hingga hari ke 22, makin intensif menyerang puluhan target rezim teroris Iran, selama serangan skala besar di Teheran.
Jet tempur Israel telah menghacurkan kompleks pusat IRGC yang digunakan untuk produksi dan pengembangan komponen rudal balistik, termasuk fasilitas penyimpanan komponen produksi rudal.
“Serangan juga menyasar kompleks milik Kementerian Pertahanan yang bertanggung jawab untuk memproduksi bahan bakar rudal dan lokasi produksi komponen rudal balistik”, papar IDF.
Rekaman video yang dibagikan N12 News tampaknya menunjukkan ledakan di ibu kota Iran, Teheran.
Media tersebut juga melaporkan serangan di kota-kota lain, termasuk Parchin, Kerman, Arak, dan Bandar-e Lengeh.
Rekaman tambahan yang dibagikan oleh media Israel tampaknya menunjukkan markas besar Basij di Semnan terkena serangan.
Laporan juga menunjukkan serangan Israel ke sebuah pos pemeriksaan di Tabriz, menewaskan 13 anggota milisi Basij IRGC dan melukai 18 lainnya.
Serangan udara Israel di seluruh Iran sebelumnya juga megahncurkan lebih dari 130 situs infrastruktur rezim Iran. (P-Jeffry W)