Suasana ketika Menteri Luar Negeri Marco Rubio berbicara kepada wartawan saat tiba untuk pengarahan intelijen bersama para anggota parlemen terkemuka tentang Iran, di Capitol di Washington, Senin (2/3/26) lalu. (‘Courtessy’ Beritasatu.com/AP)PRIORITAS, 19/3/26 (Washington): Kalangan otoritas keamanan Amerika Serikat (AS) mendeteksi keberadaan sejumlah drone tak dikenal yang terbang di atas pangkalan militer Fort McNair, Washington D.C. Dimetahui, lokasi tersebut merupakan tempat tinggal Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Kepala Pentagon Pete Hegseth AS.
Sebagaimana laporan yang dirilis oleh Washington Post pada Rabu (18/3/26) waktu setempat mengutip tiga sumber yang memahami situasi tersebut, hingga saat ini, para pejabat berwenang belum berhasil menentukan dari mana asal drone-drone misterius.
Picu diskusi serius
Adapun kehadiran drone di atas Fort McNair sempat memicu diskusi serius di kalangan pejabat keamanan untuk merelokasi Marco Rubio dan Pete Hegseth demi keselamatan mereka semua.
Tetapi, seorang pejabat senior administrasi menyatakan, hingga saat ini kedua sekretaris negara tersebut belum mengambil tindakan pindah ke lokasi lain.
Pantau potensi ancaman
Kini, pihak Militer AS memantau potensi ancaman dengan tingkat kewaspadaan yang jauh lebih ketat. Hal itu menyusul meningkatnya tensi keamanan global terkait keterlibatan AS dan Israel dalam perang melawan Iran saat ini
Sebagaimana dilansir Beritasatu.com, hingga berita ini diturunkan, pihak Pentagon dan Departemen Luar Negeri AS belum memberikan komentar resmi. Juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menolak untuk membahas detil mengenai insiden drone tersebut demi menjaga kerahasiaan operasional mereka.
“Departemen tidak dapat mengomentari pergerakan sekretaris (Hegseth) karena alasan keamanan, dan melaporkan pergerakan tersebut adalah tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab,” tegas Parnell kepada Washington Post, salah satu media terpercaya AS.
Adapun kejadian ini menambah panjang daftar insiden keamanan di jantung pemerintahan Amerika Serikat. Penggunaan drone sebagai alat pengintai di area sensitif militer menjadi perhatian serius, terutama di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan aset-aset strategis AS di sana.
Kini, pihak intelijen dikabarkan terus bekerja untuk melacak operator drone tersebut guna memastikan apakah aksi ini merupakan bentuk spionase asing atau gangguan dari pihak lain yang tidak bertanggung jawab terkait insiden itu. (P-*r/Bst/jr)