Jepang siap gabung dalam sistem pertahanan ‘Golden Dome’ AS, mirip ‘Iron Dome’ Israel

Jeffry Wuisan
Sabtu, 14 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 14/3/26 (Tokyo): Jepang siap bergabung dalam sistem pertahanan terpadu ‘Golden Dome (Kubah Emas) Amerika Serikat (AS), untuk menghalau serangan peluru kendali (rudal) balistik dan hipersonik musuh.

Proyek pertahanan Presiden AS Donald Trump itu, memiliki target ambisius tahun 2028 untuk mulai beroperasi.

Golden Dome AS sebenarnya meniru Iron Dome Israel untuk melindungi AS dari serangan berbagai jenis rudal.

Bedanya jika Iron Dome Israel menggunakan rudal pencegat berbasis daratan.

Sedangkan Golden Dome memadukan sistem rudal intercept daratan dan senjata dari luar angkasa, yang dirancang untuk mendeteksi, melacak, dan menetralisir ancaman yang datang dari orbit.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Sabtu (14/3/26), Jepang siap mengumumkan niatnya untuk bergabung dengan inisiatif pertahanan rudal “Golden Dome” AS itu minggu depan.

Sumber-sumber mengindikasikan Washington mungkin akan meminta bantuan Tokyo dalam produksi rudal,  karena konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan tempat lain.

Menurut sumber pemerintah Jepang yang tidak ingin disebutkan namanya dan menyebutkan sensitivitas masalah tersebut, Perdana Menteri Jepang,  Sanae Takaichi diperkirakan akan mengkonfirmasi rencana itu, selama pertemuan puncak para pemimpin dengan Presiden AS Donald Trump di Washington DC pada 19 Maret nanti

Surat kabar Jepang, Yomiuri, yang pertama kali melaporkan rencana Tokyo pada hari Jumat, mengindikasikan Jepang berharap inisiatif ini akan memberikan pertahanan terhadap senjata luncur hipersonik baru,  yang sedang dikembangkan China dan Rusia.

Produksi rudal bersama

Tokyo mengantisipasi Trump mungkin akan meminta Jepang untuk memproduksi atau mengembangkan bersama rudal, seperti dirilis The Independent.

Produksi massal rudal itu dapat membantu menggantikan persediaan amunisi AS,  yang menipis akibat perang AS-Israel di Iran, serta dukungannya untuk Ukraina.

Sumber menambahkan Jepang masih mempertimbangkan bagaimana menanggapi permintaan tersebut.

Jepang mengekspor sejumlah rudal Patriot permukaan-ke-udara yang diproduksi berdasarkan lisensi ke Amerika Serikat pada akhir tahun lalu.

Ini menandai sebuah terobosan bersejarah dari larangan ekspor senjata mematikan yang telah lama diberlakukan.

Pemerintahan Trump mendorong kontraktor pertahanan untuk meningkatkan produksi rudal dan amunisi lainnya,  yang telah dikurangi dalam beberapa tahun terakhir.

Tokyo berupaya memperkuat cadangan amunisinya sendiri untuk mencegah Tiongkok yang semakin agresif dan Korea Utara yang bersenjata nuklir.

Sistem pencegat Patriot sangat penting dalam mencegat ratusan rudal balistik dan drone Iran, yang ditembakkan ke negara-negara Teluk sejak AS dan Israel melancarkan perang udara mereka terhadap Iran awal bulan ini.

Ukraina juga mengandalkan sistem Patriot untuk mempertahankan infrastruktur energi dan militernya, sejak Rusia menginvasi negara itu pada tahun 2022. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025