Nuzulul Qur’an di Istana, Quraish Shihab ingatkan pentingnya perdamaian dan keadilan

Johanes Christiaan
Rabu, 11 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 11/3/2026 (Jakarta): Ulama dan cendekiawan Muslim Muhammad Quraish Shihab menekankan pentingnya nilai kedamaian sebagai pesan utama Al-Qur’an dalam ceramah pada Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan 1447 H/2026 M yang digelar di Istana Negara, Jakarta.

Kegiatan yang berlangsung Selasa (10/3/2026) tersebut menjadi momentum refleksi bagi umat Islam untuk memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat. Acara tersebut turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh agama serta pejabat negara.

Dalam ceramahnya, Quraish Shihab mengajak umat menjadikan Al-Qur’an tidak hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang menuntun pada sikap saling menghormati dan menjaga harmoni sosial.

Quraish Shihab menjelaskan bahwa Al-Qur’an menempatkan perdamaian sebagai tujuan penting yang harus diwujudkan dalam kehidupan manusia. Menurutnya, kedamaian tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat, tetapi juga merupakan tuntunan ajaran agama.

“Allah SWT mewajibkan kita mewujudkan kedamaian. Kedamaian bermula dari jiwa kita. Kedamaian yang dari jiwa ini keluar ke tengah masyarakat kita, ke tengah masyarakat dunia,” ujar Quraish Shihab.

Ia menambahkan bahwa perdamaian merupakan dambaan seluruh manusia dan menjadi pesan kuat dalam Al-Qur’an. Bahkan ketika pihak yang dianggap sebagai lawan mengajak berdamai, umat diajarkan untuk menerima ajakan tersebut.

“Kedamaian adalah dambaan semua manusia, dambaan semua agama. Sedemikian penting kedamaian ini sampai-sampai Al-Qur’an menyatakan apabila musuh mengajak kamu untuk berdamai maka terimalah perdamaian itu,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Quraish Shihab menegaskan bahwa upaya mewujudkan perdamaian harus tetap berjalan seiring dengan penegakan keadilan. “Kita ingin damai, tapi kita tidak ingin mengorbankan keadilan. Kita ingin damai, tetapi keadilan pun hendaknya kita tegakkan,” katanya.

Pada akhir ceramahnya, Quraish Shihab menyampaikan doa dan harapan bagi kepemimpinan Presiden Prabowo agar senantiasa diberi kekuatan dalam menjalankan amanah untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat.

Doa tersebut, menurutnya, terinspirasi dari pesan gurunya, Mutawalli Asy-Sya’rawi, mengenai hakikat kekuasaan yang bersumber dari Tuhan serta tanggung jawab pemimpin untuk membawa keadilan dan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Menanggapi ceramah tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas pesan-pesan yang disampaikan Quraish Shihab, khususnya mengenai makna damai, keadilan, serta amanah kepemimpinan.

“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan itu adalah takdir, dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa. Kekuasaan diberikan sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran,” ujar Presiden.

Peringatan Nuzulul Qur’an tingkat kenegaraan tersebut menjadi momentum refleksi spiritual bagi seluruh elemen bangsa untuk meneguhkan nilai-nilai kedamaian, keadilan, serta persatuan, sebagaimana pesan universal Al-Qur’an yang diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam. (P-*/bwl)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025