Angke Hulu siaga 1, sembilan wilayah Jakarta terancam banjir

Khalied Malvino
Minggu, 8 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 8/3/26 (Jakarta): Lonjakan muka air 40 sentimeter dalam rentang 60 menit di pos pantau Angke Hulu memicu kenaikan status dua level sekaligus — dari Siaga 2 langsung ke Siaga 1 atau Bahaya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta merilis peringatan darurat ini pada Minggu (8/3/26) dini hari, menandai salah satu eskalasi status tercepat dalam sistem peringatan dini banjir ibu kota.

Pukul 01.00 WIB, ketinggian muka air tercatat 300 sentimeter dengan status Siaga 2. Tepat pukul 02.00 WIB, angka itu melonjak ke 340 sentimeter dan memaksa otoritas mengaktifkan level tertinggi protokol banjir Jakarta.

“Antisipasi kurang lebih 3 jam ke depan air akan sampai di Pintu Air Cengkareng Drain. Wilayah yang akan dilalui aliran sungai adalah sebagai berikut Kembangan Selatan, Duri Kosambi, Rawa Buaya, Kembangan Utara, Kedaung Kaliangke, Cengkareng Timur, Kapuk, Kapuk Muara, dan Kamal Muara,” tulis BPBD dalam akun resmi X @BPBDJakarta.

Proyeksi tiga jam perjalanan air dari Angke Hulu ke Pintu Air Cengkareng Drain mencerminkan kecepatan aliran yang signifikan.

Sembilan wilayah yang disebutkan BPBD membentang di koridor barat Jakarta — kawasan yang secara geografis berada di hilir langsung Kali Angke dan secara historis menjadi titik akumulasi banjir ketika kapasitas tampung Pintu Air Cengkareng Drain terlampaui.

Faktor cuaca memperparah proyeksi. Hujan masih mengguyur kawasan Angke Hulu saat status dinaikkan, mengindikasikan debit masukan dari hulu belum mencapai puncaknya saat peringatan dikeluarkan.

Kondisi ini memperbesar kemungkinan ketinggian muka air terus bergerak naik sebelum sistem drainase hilir mampu mengimbangi laju aliran.

BPBD DKI Jakarta mengaktifkan tiga lapis sistem peringatan secara bersamaan. Informasi disebarkan melalui media sosial, Disaster Early Warning Systems, serta notifikasi langsung kepada camat dan lurah di seluruh wilayah terdampak.

Hal ini menunjukkan protokol respons cepat yang dirancang mempersempit jeda waktu antara deteksi ancaman dan penerimaan informasi oleh warga di lapangan.

Peta status seluruh pintu air Jakarta dini hari ini memperlihatkan tekanan hidrologi yang tidak terjadi secara terisolasi. Pintu Air Pasar Ikan, Karet, dan Sunter Hulu tercatat di Siaga 2. Manggarai Banjir Kanal Barat (BKB) berada di Siaga 3 atau Waspada.

Distribusi status ini menggambarkan tekanan terkonsentrasi di koridor barat dan tengah Jakarta, sementara sistem drainase di koridor timur masih dalam kapasitas normal.

Pos pantau Katulampa, Depok, Krukut Hulu, Pesanggrahan, Waduk Pluit, Cipinang Hulu, dan Pulo Gadung seluruhnya berstatus Siaga 4 atau normal.

Data ini menunjukkan sumber tekanan utama berasal dari daerah tangkapan air di barat dan bukan dari aliran Ciliwung maupun anak sungai di sisi timur Jakarta.

Warga di sembilan wilayah terdampak diimbau segera meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan otoritas setempat. Dalam keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi call center Jakarta Siaga di nomor 112. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025