Trend baju Lebaran 2026: Gamis ‘Bini Orang’ masih jadi buruan di Tanah Abang

Rebecca Wilhelmina T
Sabtu, 7 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 7/3/26 (Jakarta): Gegara viral di sejumlah media sosial, baju lebaran berupa gamis dengan embel-embel “bini orang” menjadi buruan para emak-emak di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara, Tanah Abang, Jakarta.

Hingga memasuki pertengahan Ramadhan 2026, “gamis bini orang” tersebut masih diburu konsumen, bukan hanya dari Jakarata dan sekitarnya, tapi juga dari luar kota, bahkan luar pulau.

Sejumlah pembeli yang diwawancarai berbagai media, termasuk yang mengunggah sendiri postingan di media sosial, sebagian besar memang datang dari Jabodetabek, namun tak sedikit yang dari Bandung, Semarang, Surabaya, bahkan Medan, dan Makassar.

Seperti apa model gamis dengan nama ‘nyeleneh’ ini? Dilansir dari cnnindonesia.com Jumat (6/3/26), berdasarkan pantauan di akun TikTok @sudartiindraaa, setelan baju yang ditampilkan, yakni gamis yang menonjolkan aksen siluet melalui layer melengkung dan melebar di bagian bawah.

Disebutkan, model gamis ini berbeda dari gamis lain yang potongannya lurus. Di bagian lengan, gamis ini memiliki lengan panjang dengan manset yang sedikit mengembang dan dihiasi renda atau detail transparan di ujung lengan.

Sementara bagian bawah gamis memiliki lapisan tambahan yang memberi efek berlapis dan sedikit mengembang, menambah volume dan keindahan saat dikenakan.

Asal muasal nama “bini orang”

Perihal penggunaan nama “bini orang”, seorang pegawai toko di Pasar Tanah Abang, Sindi, menjelaskan ‘gamis bini orang’ mulai ramai diperbincangkan saat viral di TikTok. Toko tempatnya bekerja, yakni Toko Gamis Aisyah, kala itu membuat konten promosi gamis dengan latar suara lagu milik Nassar.

“Awalnya tuh yang makai bini orang, terus sudah gitu dia sound-nya tuh Nassar, lagu Nassar. Lagunya tuh ‘Bini Orang Sungguh Menawan’. Iya, awalnya tuh cuma video-video biasa saja,” kata Sindi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu (4/3/26), melansir Detiknews.

Ia menjelaskan, sebenarnya nama “gamis bini orang” sudah mulai ramai dari Desember 2025. Berkat nama itu, gamis dengan model-model serupa ikut laris di Pasaran.

“Gara-gara ibu-ibu tuh pada menarik namanya, sama bahannya juga bagus, terus bentukannya juga bagus dia, adem, terus jadi semuanya pada ikut-ikutan,” cerita Sindi.

Akibat viralnya gamis model ini pun turut meningkatkan penjualan di tokonya. Menurut Sindi, penjualan gamis jadi meningkat hingga tiga kali lipat.

“Jauh beda. Perbandingannya kalau yang sekarang tuh bisa tiga bungkus, kalau yang kemarin belum,” Sindi menjelaskan. Ia menembahkan, harga “gamis bini orang” ini berkisar di rentang Rp335.000-Rp355.000. (P-*/rwt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025