Menbud dan Menekraf sambut baik kehadiran ‘Layar Digi’ di daerah, bisa sampai ke kecamatan

Herling Tumbel
Jumat, 6 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 6/3/26 (Jakarta): Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran micro cinema (bioskop mikro) berbasis digital di Indonesia (Layar Digi), sehingga mampu memperluas sebaran film ke berbagai daerah.

“Layar Digi ini bisa hadir sampai kecamatan, bahkan ke daerah-daerah yang belum memiliki bioskop. Ini luar biasa sekali,” kata Fadli Zon dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/3/26) malam.

Sebelumnya, Menbud Fadli Zon,  dan Menteri Ekonomi Kreatif / Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya, mengunjungi fasilitas Layar Digi di kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten.

“Peluangnya besar dan ini akan membantu kebudayaan sekaligus mendorong ekonomi kreatif di hilir. Ekosistemnya perlu kita jaga agar masyarakat tetap datang ke bioskop,” tambahnya.

“Inovasi luar biasa dengan cara berpikir yang out of the box untuk menyediakan atau menjawab tantangan yang kita hadapi yaitu kekurangan layar. Ini mengisi ruang-ruang kosong yang masih ada karena belum adanya bioskop di daerah-daerah, dan membuka banyak kesempatan bagi masyarakat untuk menonton film di bioskop,” ujar Menbud.

Menurutnya, industri film Indonesia saat ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik, dengan pangsa pasar domestik yang kuat. Namun, penguatan ekosistem tetap diperlukan, terutama dalam menjaga keseimbangan distribusi, regulasi windowing, serta keberlanjutan minat masyarakat untuk datang ke bioskop.

Menekraf: Momentum tepat

Dalam kesempatan yang sama, (Menekraf/Kabekraf) Teuku Riefky Harsya, menyampaikan, kehadiran Layar Digi memiliki momentum yang tepat di tengah meningkatnya produksi dan kualitas film nasional.

Menekraf  menilai, permintaan terhadap akses layar semakin tinggi, sementara tidak semua kabupaten dan kota memiliki fasilitas bioskop.

Ditambahkannya, banyak pemerintah daerah yang menyampaikan harapan agar akses layar dapat diperluas di wilayahnya masing-masing. “Kalau ini difokuskan, tidak akan lama ini akan menjadi jaringan bioskop salah satu terbesar di Indonesia,” tegas Teuku Riefky.

Sinergi hulu dan hilir

Sementara itu, Presiden Komisaris PT Teknologi Layar Digital, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, menjelaskan, Layar Digi dikembangkan sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi hulu dan hilir industri perfilman nasional.

Ia menekankan pentingnya menjadikan perfilman sebagai bagian dari kekuatan budaya atau soft power Indonesia yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi kreatif.

Saraswati juga menyampaikan bahwa Layar Digi dirancang untuk menjangkau daerah-daerah di seluruh Indonesia. Termasuk di dalamnya menghadirkan kembali film-film Indonesia yang telah menjadi bagian penting sejarah perfilman nasional agar dapat dinikmati generasi muda di berbagai wilayah.

“Harapan kami adalah mendukung dan mendorong kreativitas anak bangsa. Ini juga menciptakan lapangan pekerjaan baru di sektor kreatif,” ujar Rahayu Saraswati yang akrab disapa Sara.

“Kami terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak agar masyarakat di seluruh pelosok Indonesia bisa menikmati karya-karya anak bangsa di layar besar,” ucapnya.

Diterangkan, Layar Digi merupakan konsep micro cinema yang memanfaatkan ruang komersial strategis untuk menghadirkan pengalaman menonton film dengan kapasitas lebih kecil dibanding bioskop konvensional. Kendati demikian, kehadirannya tetap mengedepankan kualitas proyeksi digital dan tata suara yang memadai.

“Inisiatif ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pemerataan akses layar, mengingat sebagian besar bioskop masih terpusat di kota-kota besar,” sambungnya, sebagimana dilansir dari Antara Kamis (5/3/26) malam.

Kata Sara, setelah peresmian dan tahap uji coba di Gading Serpong, Layar Digi direncanakan akan dikembangkan secara bertahap ke berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. (P-*/ht)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025