Sampah Pasar Induk Jodoh tak terangkut berhari-hari, DLH Batam diminta bertindak

Johanes Christiaan
Kamis, 5 Maret 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 5/3/2026 (Batam): Tumpukan sampah menggunung di kawasan Pasar Induk Jodoh, Batam, Kepulauan Riau, memicu keluhan warga akibat bau busuk yang menyengat dan kondisi lingkungan yang kian kumuh.

Pantauan pada Selasa (3/2/2026) siang, sampah menumpuk di sisi Rumah Pompa Sei Jodoh. Limbah yang didominasi sampah pasar seperti anyaman keranjang, plastik, dan sisa aktivitas perdagangan itu disebut telah berhari-hari tidak terangkut.

Volume sampah bahkan meluber hingga memakan sebagian badan jalan dan nyaris tumpah ke aliran sungai yang bermuara langsung ke laut. Kondisi tersebut tak hanya merusak pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap yang terasa hingga ke jalan raya.

Denny, pengemudi ojek online yang biasa mangkal di sekitar lokasi, mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan kawasan itu sempat bersih setelah pelebaran jalan dilakukan beberapa waktu lalu.

“Dulu memang banyak sampah sebelum jalan dilebarkan. Setelah pelebaran sempat bersih, tapi sekarang malah menumpuk lagi,” ujarnya.

Menurutnya, bau menyengat dari tumpukan sampah membuat penumpang merasa tidak nyaman. “Penumpang jadi terganggu karena baunya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam yang baru dilantik, Dohar, saat dikonfirmasi media belum memberikan penjelasan panjang. Ia hanya menyampaikan sedang berada dalam rapat. “Iya, sebentar ya, saya sedang rapat,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon.

Publik kini menanti langkah konkret dari DLH Batam untuk menangani persoalan sampah di kawasan tersebut. Pasalnya, penumpukan sampah hingga meluber ke badan jalan dan berpotensi mencemari sungai dinilai bertolak belakang dengan upaya mewujudkan Batam sebagai kota yang bersih dan modern. (P-Jeff K)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025