AS hancurkan armada militer Iran yang blokir selat Hormuz, jumlah kapal perangnya jadi nol?

Jeffry Wuisan
Selasa, 3 Maret 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 3/3/26 (Washington): Militer Amerika Serikat (AS) menghancurkan sepuluh kapal armada militer Iran,  yang sering mengganggu atau memblokir kapal-kapal pengangkut minyak maupun kargo barang ekspedisi di Selat Hormuz.

“Kita memusnahkan Angkatan Laut mereka. Kita telah melumpuhkan sepuluh kapal. Mereka berada di dasar laut”, tegas Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam peryataan di Washington DC, seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Selasa (3/3/26).

AS saat ini juga sudah mengirim sejumlah kapal perang AS untuk mengawasi di sekitar selat sempit antara Iran dan Oman itu.

Hal ini dilakukan setelah empat kapal tanker minyak yang hendak keluar dari Teluk Persia menuju jalur laut Arab, diserang dan terbakar.

Sebuah kapal tanker bahkan dilaporkan tenggelam akibat mengalami kebocoran lambung, setelah ditabrak dengan perahu Iran bermuatan bom.

Militer AS telah menghancurkan sekitar 10 kapal perang Iran yang sering menyerang kapal-kapal tanker minyak di selat Hormuz. Beberapa kapal yang dihancurkan AS terindentifikasi sebagai andalan Iran.

Militer AS, lapor Fox News, juga menyerang pangkalan angkatan Laut Iran di Bandar Abbas di depan selat Hormuz.

Beberapa kapal perang Iran yang sedang sandar ikut dihancurkan,  termasuk bangunan-bangunan di pelabuhan yang dicurigai sebagai pusat kendali Iran menyerang kapal-kapal di selat Hormuz.

Tangkapan citra satelit menunjukkan sejumlah kapal frigate Iran yang berada di dok di pelabuhan Bandar Abbas juga hancur diserang militer AS. (egypt intel observer)

Kapal perangnya turun jadi nol

Berdasarkan data Pusat Komando Amerika Serikat (US Centcom), selama akhir pekan, Iran memiliki 11 kapal di Teluk Oman yang telah mengganggu pelayaran komersial, tetapi jumlah itu menurun menjadi nol pada hari Senin waktu setempat.

“Rezim Iran telah mengganggu dan menyerang pelayaran internasional di Teluk Oman selama beberapa dekade. Hari-hari itu telah berakhir,” demikian pernyataan US Centcom.

Pengamat intelijen Mesir menyebutkan, Angkatan Laut Iran tampaknya telah hancur lebur.

Militer AS telah menenggelamkan fregat kelas Alvand dan Moudge, beberapa kapal selam kelas Kilo dan Ghadir.

Kapal pangkalan depan IRIS Makran juga dipastikan hancur dalam serangan AS di Bandar Abbas.

Sumber Israel mengatakan, militer AS menargetkan tiga prioritas dalam serangan 48 jam pertama operasi tempur besar di sepanjang pantai selatan Iran.

AS telah menghancurkan kapal-kapal Angkatan Laut Iran yang berlabuh di pelabuhan utama Bandar Abbas dan pelabuhan kecil di Chabahar.

Selain itu serangan AS melenyapkan instalasi radar di Bandar Abbas, Pulau Kish, dan Pangkalan Udara Zahedan.

Pangkalan Udara Iran di Bushehr dan Konarak juga dihancurkan. Lokasi-lokasi ini diketahui berisi rudal pertahanan udara, gudang senjata, UAV, dan pesawat tempur sayap tetap konvensional.

Pangkalan rudal balistik Chamran di dekat kota Jam juga terkena serangan, menurut laporan lokal dan rekaman saksi mata.

Sebagian besar pangkalan berada di bawah tanah untuk kemampuan peluncuran silo-nya, karena itu bangunan pendukung di luar juga menjadi sasaran pengeboman AS. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025