Banjir dan longsor terjang Brazil, 47 orang tewas dan 20 lainnya hilang

Jeffry Wuisan
Kamis, 26 Februari 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 26/2/26 (Sao Paulo):  Banjir dan tanah longsor akibat hujan lebat beberapa hari, menerjang sejumlah kota di Brazil. Sebanyak 47 orang dilaporkan tewas di negara bagian Minas Gerais dan 20 lainnya masih hilang.

Kota yang paling parah terkena dampaknya adalah Juiz de Fora, di mana 12 rumah tersapu tanah longsor.  Sedangkan di Ubá, sebuah sungai meluap menyapu rumah-rumah penduduk.

“Jumlah korban jiwa akibat banjir dan tanah longsor yang disebabkan hujan lebat di Zona da Mata meningkat menjadi 47 orang,” demikian laporan Dinas Pemadam Kebakaran Minas Gerais (CBMG) Rabu malam waktu setempat.

Seperti dikutip Beritaprioritas.com dari media Agencia Brazil, hari Kamis (26/2/26), secara total, 41 jenazah telah ditemukan di Juiz de Fora dan 6 lainnya di Ubá hingga saat ini.

Petugas penyelamat masih terus mencari setidaknya 20 orang yang dinyatakan hilang.

Sementara ribuan orang terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman akibat kehilangan tempat tinggal.

Dinas pemadam kebakaran menurunkan tim sekitar 120 personel untuk operasi penyelamatan dan evakuasi.

Para warga setempat juga ikut membantu dalam operasi pencarian, karena mereka lebih mengetahui ada berapa anggota keluarga di bangunan rumah, yang roboh diterjang banjir atau tanah longsor.

 

Keluarga tidak kembali

Menurut komandan Operasional Pemadam Kebakaran ke-3 di Juiz de For a, Kolonel Joselito Oliveira de Paula, salah satu kekhawatiran adalah keluarga yang dievakuasi dari daerah berisiko tidak kembali ke lokasi tersebut, sehingga membuat angka orang hilang menjadi bertambah.

“Banyak orang-orang yang dievakuasi dari daerah berisiko telah kembali, tetapi mereka perlu mengosongkan daerah-daerah tersebut,” katanya dalam konferensi pers untuk memperbarui angka operasi di Parque Jardim Burnier, salah satu daerah yang paling parah terkena dampak di kota Minas Gerais.

Prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan akan terus berlanjut di wilayah Zona da Mata.

Dinas Pemadam Kebakaran seempat berharap curah hujan hanya sedang, sehingga dapat mempermudah upaya penyelamatan dan pemulihan layanan penting seperti pasokan air dan listrik.

Dinas Pertahanan Sipil negara bagian menyebut lebih dari 400 orang tunawisma di Juiz de Fora dan 197 lainnya mengungsi.

Di Ubá, terdapat 38 orang tunawisma dan 321 orang mengungsi. Lebih dari 200 orang telah diselamatkan dari daerah rawan.

Pengungsi adalah mereka yang meninggalkan rumah mereka karena risiko atau kerusakan akibat banjir dan longsor, tetapi memiliki tempat tujuan lain seperti rumah kerabat atau teman.

Sedangan tunawisma adalah mereka yang kehilangan rumah atau tidak dapat kembali ke rumah mereka dan bergantung pada tempat penampungan umum atau sosial.

 

Keadaan darurat

Kota-kota yang terletak sekitar 300 km (185 mil) di utara ibukota Brazil, Rio de Janeiro ini, sudah pernah dilanda banjir pada tahun 2019 dan 2020, tetapi kali ini banjir yang terjadi jauh lebih parah.

Badan Pertahanan Sipil Nasional Brazil telah menetapkan keadaan darurat publik di Juiz de For a, kota Ubá dan Matias Barbosa.

Dekret resmi yang memberikan pengakuan tersebut diterbitkan dalam edisi khusus Lembaran Negara Uni (DOU).

Dengan pengakuan federal atas keadaan darurat bencana alam,  memungkinkan pemerintah kota untuk meminta sumber daya dari Kementerian Integrasi dan Pembangunan Regional untuk tindakan pertahanan sipil.

Menteri Integrasi dan Pembangunan Regional Brazil, Waldez Góes, menyampaikan tim yang dikirim pemerintah federal akan tetap berada di negara bagian tersebut tanpa batas waktu.

Mereka termasuk spesialis teknis dari Kelompok Pendukung Bencana (Gade), yang berafiliasi dengan kementerian.

Selain mereka terdapat juga tim dari Satuan Tugas Nasional Sistem Kesehatan Terpadu (SUS), Sistem Bantuan Sosial Terpadu (SUAS), dan Departemen Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan.

Tim tersebut bekerja untuk memberikan perawatan medis kepada masyarakat yang menjadi korban banjir dan longsor.

Para ahli meteorologi mengatakan bahwa curah hujan yang telah turun di wilayah itu sepanjang bulan Februari ini, sudah dua kali lipat dari rata-rata yang diperkirakan. (P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025