
PRIORITAS, 25/2/26 (Ternate): Malut United menelan kekalahan 2-3 dari Persija Jakarta dalam lanjutan Super League di Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, Selasa (24/2/26) malam, setelah laga berlangsung dengan intensitas tinggi selama sembilan puluh menit.
Dalam pertandingan tersebut, Malut United kebobolan dua gol cepat pada babak pertama dan gagal mempertahankan momentum kebangkitan meski mencetak dua gol balasan pada babak kedua.
Persija Jakarta membuka keunggulan melalui gol Alaeddine Ajarie pada menit ketujuh, lalu Jordi Amat menggandakan skor pada menit ke-28 melalui skema bola mati terukur.
Memasuki babak kedua, pelatih Malut United, Hendri Susilo melakukan penyesuaian taktik dengan memasukkan Riswan Lauhin dan Frets Butuan untuk meningkatkan progresivitas serangan.
Perubahan itu menghadirkan akselerasi tempo permainan dan mempersempit jarak skor melalui gol Ciro Alves pada menit ke-77 melalui penetrasi sisi kiri pertahanan lawan.
Namun, Persija kembali memperlebar keunggulan lewat gol Fabio Calonego dua menit kemudian, sebelum David Da Silva memperkecil selisih menjadi 2-3 pada menit ke-81.
Skor akhir 3-2 mengunci kemenangan Persija sekaligus menghentikan laju poin Malut United di papan atas klasemen sementara.
“Kami sudah berusaha melawan dan berjuang hingga akhir. Saya pikir, apa yang dilakukan para pemain sangat luar biasa sehingga bisa mencetak dua gol di babak kedua,” ungkap Hendri, dalam sesi jumpa pers usai laga, Selasa (24/2/26).
Data pertandingan menunjukkan Malut United melepaskan 12 percobaan tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran dan dua berbuah gol.
Sebaliknya, Persija mencatat enam percobaan dan menghasilkan tiga gol melalui efektivitas transisi cepat serta organisasi lini belakang yang disiplin sepanjang laga.
Dalam evaluasi teknis, Hendri menilai efektivitas transisi Persija menjadi faktor determinan yang membatasi eksploitasi ruang oleh Malut United sepanjang pertandingan.
“Pada babak kedua, ada perubahan taktikal dan saya pikir cukup berhasil. Tentu kami kecewa dengan hasil ini. Akan tetapi, seperti inilah sepak bola, kadang apa yang kita inginkan tidak sesuai dengan kenyataan,” tutur Hendri.
Ia juga mengakui keunggulan struktural lawan terutama dalam membaca momentum serta mengoptimalkan ruang antar lini ketika fase bertahan beralih menjadi menyerang.
“Seperti yang sudah kita lihat semuanya, memang kita juga harus adil bahwa Persija bermain cukup bagus terutama dari sisi transisinya,” bebernya.
Dari sisi pemain, Riswan Lauhin menegaskan tim tetap menjaga determinasi kolektif meski hasil akhir tidak berpihak kepada Malut United pada laga kandang tersebut.
“Saya mewakili pemain Malut United ingin menyampaikan bahwa malam ini kami sudah bekerja keras hingga akhir. Tetapi, begitulah sepak bola, malam ini belum meraih tiga poin berikutnya kami akan dapat hasil maksimal,” ucap Riswan.
Sementara itu, pelatih Persija, Mauricio Souza mengakui kemenangan timnya tak diraih dengan mudah menghadapi intensitas tekanan yang diperagakan Malut United sepanjang pertandingan.
“Kami menghadapi tim yang bagus. Mereka tidak menyerah meski sempat tertinggal 0-2. Pertandingan yang sulit melawan Malut United,” jelas Mauricio.
Hasil ini membuat Malut United tetap mengoleksi 41 poin dan bertahan di peringkat keempat klasemen sementara kompetisi musim ini.
Sedangkan Persija mengumpulkan 50 poin dan terus membuntuti Persib di puncak klasemen melalui keunggulan produktivitas gol serta konsistensi performa.
Pada laga berikutnya, Malut United akan menghadapi Madura United di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan dalam lanjutan kompetisi pekan berikutnya.
Kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi struktural bagi Malut United untuk memperkuat konsistensi performa dan efektivitas transisi pada pertandingan selanjutnya. (P-Khalied M)