Menu MBG di Bitung disorot: Aristoteles Sjafii temukan banyak kelemahan gizi

Johanes Christiaan
Selasa, 24 Februari 2026
DAERAH Sosial 0 372
2 menit membaca

PRIORITAS, 24/2/2026 (Bitung): Intelektual Katolik Sulawesi Utara, Aristoteles Sjafii, menyoroti komposisi menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri Matuari, yang berada di kompleks Polsek Matuari, Kota Bitung.

Menurutnya, meski telah berusaha mengikuti prinsip “Isi Piringku”, menu tersebut masih memiliki kelemahan mendasar dari sisi gizi dan kualitas penyajian.

Eks Ketua Himaju Manajemen FEB Unsrat dan mantan Sekretaris PMKRI Manado itu menjelaskan bahwa porsi protein hewani yang disajikan sangat minim, sayuran kurang variasi, buah tidak seimbang, serta tidak ada sumber kalsium sama sekali. Padahal, standar MBG seharusnya memenuhi 20–35 persen kebutuhan energi harian anak sekolah dan mengandung mikronutrien penting untuk pertumbuhan.

Ia juga menilai tampilan makanan kurang menarik dan berpotensi tidak dihabiskan anak-anak, sementara aspek higienitas turut menjadi perhatian karena kondisi lauk terlihat tidak segar dan rawan kontaminasi.

“Menu ini sudah berusaha bergizi, tapi masih jauh dari standar MBG ideal. Kelemahannya ada pada porsi dan kualitas protein hewani, minimnya sayuran segar, tidak adanya kalsium, serta risiko higienitas. Jika ini menjadi menu harian, sulit mencapai target penurunan stunting secara signifikan,” ujarnya.

Program MBG sebelumnya memang sempat disorot secara nasional akibat sejumlah kasus keracunan massal sejak 2025. Karena itu, Aristoteles menekankan pentingnya perbaikan menyeluruh pada komposisi, kualitas, dan keamanan pangan agar program dapat benar-benar memberi dampak kesehatan bagi peserta didik. (P-Deon Y. Wonggo)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025