
Gubernur Propinsi Aceh, Muzakir Manaf. (dok. RRI)PRIORITAS, 19/2/2026 (Banda Aceh): Pemerintah Aceh memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2026 mulai direalisasikan setelah resmi ditetapkan pada 12 Februari lalu. Saat ini seluruh satuan kerja perangkat Aceh (SKPA) telah memasuki tahap penyusunan dokumen dan persiapan pelaksanaan program sesuai DPA masing-masing.

Dalam rilis resmi yang diterima redaksi pada Rabu, 18 Februari 2026, juru bicara pemerintah menyampaikan bahwa seluruh SKPA telah diarahkan untuk mempercepat proses administrasi dan teknis agar kegiatan dapat berjalan tanpa penundaan.
Percepatan realisasi ini dinilai penting untuk mendorong perputaran ekonomi masyarakat, terutama di tengah upaya pemulihan pascabencana yang masih berlangsung di sejumlah kabupaten/kota.
Salah satu bentuk realisasi awal APBA terlihat dari pelaksanaan program pasar murah di berbagai daerah yang digelar oleh Disperindag Aceh atas instruksi gubernur. Program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan.

Pemerintah Aceh juga telah menginstruksikan seluruh SKPA untuk mempercepat penyerapan anggaran dan pelaksanaan kegiatan prioritas. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap daya beli masyarakat, aktivitas usaha, serta percepatan pemulihan sosial ekonomi.
Selain mengebut belanja daerah, berbagai program pemulihan pascabencana terus dijalankan bersama pemerintah kabupaten/kota dan mendapatkan supervisi dari pemerintah pusat. Upaya ini menjadi bagian dari strategi mempercepat kebangkitan Aceh secara menyeluruh. (P-r/mtu)

