
Sebuah helikopter berputar di dekat kapal penyeberangan (feri) yang terbalik di Zimbabwe akibat jumlah penumpang melebihi kapasitas. Sebanyak 80 orang dilaporkan tewas. (telegram/tabz live news)PRIORITAS, 16/8/26 (Harare): Sebanyak 80 orang tewas dan puluhan lainnya masih hilang setelah sebuah kapal penyeberangan (feri) yang penuh sesak terbalik di Danau Kariba, Zimbabwe.

Dugaan kuat nahkoda (kapten kapal) sengaja memuat penumpang melebihi kapasitas, sehingga kapal tersebut hilang keseimbangan dan terbalik.
Catatan menunjukkan sedikitnya 114 penumpang dewasa dan lima anggota kru berada di atas kapal yang hanya memiliki kapasitas maksimal 90 orang.
Sementara menurut sejumlah saksi, kapal itu membawa sekitar 153 penumpang, rilis media New Zimbabwe.

Jumlah sebenarnya mungkin lebih tinggi karena anak-anak di bawah usia yang memerlukan tiket tidak termasuk dalam perhitungan jumlah penumpang.
Pihak berwenang Zimbabwe mengumumkan hari Minggu, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 80 orang setelah delapan jenazah lagi ditemukan.
Sebagian jenazah yang ditemukan awal pekan ini telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan baik di wilayah Danau Kariba maupun di seluruh negeri.
Presiden Zimbabwe, Emmerson Mnangagwa, telah menyatakan kecelakaan itu sebagai bencana nasional.
Ia mengarahkan agar dukungan penuh diberikan kepada keluarga yang terkena dampak.
Perahu tersebut sedang berlayar dari kota Kariba menuju Perkemahan Nelayan Chalala ketika kecelakaan terjadi.
Pihak berwenang mengerahkan sejumlah kapal dan helikopter untuk menemukan para korban.
Sebanyak 77 orang berhasil diselamatkan dari danau tersebut, kata pihak berwenang.
Meski begitu operasi pencarian terhadap korban lain terus dilakukan hingga kini, karena terdapat laporan masih ada penumpang yang hilang.(P-*/jw)

