PRIORITAS, 24/8/26 (Palu): Pemerintah Kota Palu menargetkan 31.316 kepala keluarga menerima bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Bantuan tersebut menyasar warga kurang mampu di ibu kota Sulawesi Tengah.
Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Petalolo mengatakan, program tersebut bersumber dari bantuan pangan pemerintah tahun 2026. Pemerintah menyiapkan bantuan itu untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, terutama beras.
Selain itu, program tersebut bertujuan menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah juga menggunakannya sebagai instrumen pengendalian harga bahan pokok penting.
Sebanyak 31.316 kepala keluarga masuk dalam sasaran penerima bantuan. Mereka berasal dari kelompok masyarakat kurang mampu pada desil 5 ke bawah. Setiap penerima akan memperoleh alokasi beras sebanyak 30 kilogram
Penyaluran bantuan beras menunggu Bulog
Pemkot Palu menjadwalkan penyaluran bantuan pada pekan depan. Namun, pemerintah kota masih menunggu surat dari Perum Bulog sebagai pelaksana penyaluran.
Bulog mendapat penugasan dari pemerintah pusat untuk menjalankan distribusi bantuan tersebut. Karena itu, Pemkot Palu terus berkoordinasi agar penyaluran berjalan sesuai jadwal.
Menurut Irmayanti, bantuan tersebut dapat mengurangi pengeluaran keluarga berpenghasilan rendah. Pada saat yang sama, program itu memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga terjangkau.
Pemerintah juga berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat menghadapi gejolak ekonomi. Dengan demikian, keluarga penerima dapat mengalokasikan sebagian pendapatannya untuk kebutuhan lainnya.
Pemkot Palu perkuat pengendalian pangan
Irmayanti menjelaskan, program bantuan pangan juga berkaitan dengan upaya mencegah kerawanan pangan. Pemerintah ingin kelompok masyarakat rentan tetap memperoleh kebutuhan pangan dan gizi yang memadai.
Karena itu, Pemkot Palu membangun koordinasi bersama Bulog dan sejumlah perangkat daerah. Satgas Pangan serta pihak terkait lainnya juga ikut mendukung langkah tersebut.
Koordinasi tersebut mencakup ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi beras. Pemerintah ingin memastikan bantuan berjalan tanpa mengganggu ketersediaan beras di pasar.
Selain bantuan pangan, Pemkot Palu juga memantau kondisi pasar secara langsung. Langkah itu penting untuk mengantisipasi kenaikan harga yang dapat menekan daya beli masyarakat.
Stok beras di Palu masih memadai
Melansir Antara News, Pemkot Palu melakukan inspeksi ke sejumlah pasar tradisional pada Jumat, 21 Agustus 2026. Dari hasil pemantauan tersebut, pemerintah menyatakan stok beras masih sangat memadai.
Harga beras di pasar tradisional saat inspeksi berada pada kisaran Rp15.000 hingga Rp17.000 per kilogram. Pemerintah terus memantau harga tersebut agar tetap berada dalam jangkauan masyarakat.
Kondisi stok yang memadai menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas pangan. Terlebih, pemerintah akan segera menyalurkan bantuan kepada puluhan ribu keluarga penerima manfaat.
Dengan jumlah penerima mencapai 31.316 keluarga, program tersebut memiliki cakupan cukup besar. Karena itu, koordinasi antarlembaga menjadi kunci agar distribusi bantuan berjalan tepat sasaran.
Pemerintah Kota Palu juga perlu memastikan data penerima tetap akurat. Langkah tersebut penting agar bantuan beras benar-benar diterima keluarga yang masuk kelompok sasaran.
Pada akhirnya, bantuan pangan Bapanas diharapkan mampu meringankan beban keluarga berpenghasilan rendah. Program tersebut sekaligus mendukung ketahanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat Kota Palu. (P-*Ant/sm)








