19 Siswa SMKN 2 Bitung gagal lulus, PKL dan pernikahan dini jadi alarm keras

Sem Muhaling
Senin, 4 Mei 2026
4 menit membaca

PRIORITAS, 4/5/26 (Bitung): Kelulusan siswa SMK Negeri 2 Bitung tahun ajaran 2025-2026 tak sepenuhnya berjalan mulus. Dari total 474 siswa, sebanyak 19 orang dinyatakan tidak lulus—sebuah angka yang menjadi sorotan dalam acara penamatan, Senin (4/5/2026).


Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMKN 2 Bitung, M. Taengetan, di hadapan ratusan orang tua dan siswa.

Alih-alih sekadar seremoni kelulusan, momen ini justru menyisakan keprihatinan. Sejumlah siswa gagal memenuhi syarat utama, terutama dalam pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan (PKL).

Ada tak lulus karena menikah


Menurut salah satu wali kelas yang tak ingin namanya disebutkan, ada siswa yang gagal karena menikah di usia dini. “Makanya saya sangat sedih dan merasa gagal menjadi wali kelas,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Acara penamatan itu diawali dengan ibadah bersama menurut agama Kristen. Ibadah dipimpin Pdt. Risal Malonda, M.Th dan doa mewakili umat Islam disampaikan oleh Uztadz. Julianto Dunggio, MPD .

lulus

Ratusan siswa dan orang tua murid SMKN 2 Bitung menghadiri acar peenamatan siswa tahun pelajaran 2025-2026. (Prioritas/sm)

Baca juga: Diduga lakukan kekerasan, 2 remaja diamankan tim Trasius Polres Bitung

Lulus bukan sebuah kebanggaan tapi tantangan

Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Vecky Pangekerego, S.Pd., MP.d yang hadir dalam acara itu ikut memberikan sambutan. Mewakili kepala dinas ia mengatakan, kelulusan para siswa bukan sebuah kebanggaan melainkan sebuah tantangan. Sebab, setelah kelulusan ini, para siswa harus menghadapi dunia kerja. Karena itu, para siswa diharapkan menjadi contoh yang baik ke depan.

Jangan dulu menikah di usia dini

Sebelumnya, Pdt. Risal Malonda, MTh dalam khotbahnya mengingatkan siswa agar dapat menjadi orang yang berguna dan memiliki bumi. Hal ini ia kaitkan dengan bacaan ayat Alkitab Matius 5:5. Ayat itu mengatakan: Berbahagialah orang yang lemah lembut karena mereka akan memiliki bumi. “Ingat, bukan hanya memiliki kota Bitung tapi memiliki bumi,” tegasnya.
Ia juga berharap, agar para siswa setelah lulus tidak cepat-cepat melakukan pernikahan dini. Gunakan ilmu dan keterampilan untuk mencari pekerjaan demi masa depan yang baik.

Kesan-pesan lulusan terbaik

Pada sesi pengumuman keberhasilan siswa dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat secara simbolis. Sertifikat itu diserahkan kepada 12 siswa berprestasi mewakili masing-masing jurusan. Selanjutnya dua siswa terbaik didapuk menyampaikan kesan dan pesan. Kedua siswa itu masing-masing Oksan Lahema mewakili jurusan Teknik Mesin dan Gabrielly Danila Muhaling mewakili jurusan Teknik Komputer Jaringan dan Telekomunikasi.

Dalam kesan dan pesannya, Gabrielly mengatakan, Guru-guru SMK Negeri 2 Bitung memiliki beragam karakter. Ada yang tegas seperti guru sejarah yang sulit untuk dilupakan. Ada yang lembut seperti angin yang menenangkan. Ada yang ceria menghidupkan suasana kelas dengan cerita, dan ada pula yang lebih banyak diam dalam kelas namun sarat makna di balik setiap kata yang diucap.
“Meskipun berbeda, mereka memiliki tujuan yang sama, menyalakan cahaya dalam hati murid-muridnya. Perbedaan itu justru menjadi warna yang memperkaya perjalanan belajar. Dari yang tegas kita belajar disiplin, dari yang sabar kita mengerti apa itu ketulusan. Dari yang ceria kita mendapatkan semangat, dan dari yang pendiam kita belajar menghargai keheningan,” kata gadis yang dikenal di Sulut sebagai pelaku budaya Sangihe, pemotong kue adat Tamo .

Ia juga mengingatkan sesama lulusan SMKN 2 Bitung. “Perjalanan kita masih panjang, tapi semoga kita selalu ingat dari mana kita berasal. Dari bangku SMK Negeri 2 Bitung, tempat kita belajar dan bermimpi bersama. Tetap semangat mengejar mimpi, dan semoga kita semua bisa sukses di masa depan,” ujar putri bungsu Semuel Muhaling yang berhasil untuk masuk perguruan tinggi lewat ujian nasional berbasis prestasi (SNBP) ini.

Dua belas jurusan dengan 474 siswa

SMKN 2 Bitung yang sejak dahulu hingga sekarang lebih populer dengan sebutan STM Bitung, merupakan sekolah kejuruan teknik pusat keunggukan. Ada 12 jurusan yang dibuka sekolah ini dan telah meluluskan peserta didiknya. Masing-masing jurusan meliputi Teknik Konstruksi dan Perumahan 4 siswa lulus semua. Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan 16 siswa tidak tamat 1 orang. Teknik Mesin 85 tak tamat 3, Teknik Kendaraan Ringan 30 tak berhasil 2.

Kemudian jurusan Teknik Sepeda Motor 30 gagal 1, Teknik Alat Berat 133 gagal 5. Kemudian Teknik Pengelasan 22 lulus semua, Teknik Logistik 6 lolos semua, Teknik Audi Video 7  gagal 3 orang. Teknik Mekatronika 6 sukses semua. Jurusan Teknik Instalasi Tenaga Listrik 56 gagal 1. Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi 79 siswa yang berhenti di tengah jalan 3 orang. 

Ikut hadir dalam acara penamatan yang dilaksanakan secara sederhana itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Daerah Minut Bitung, Debbie M. Mamangkey, S.Pd., MAP. Juga Kepala Seksi GTK dan SMK, Cabang Minut Bitung, Dr. Johanes Rantelangan, S.Pd., MPd. Hadir pula Pengawas Bina SMK Negeri 2 Bitung, Fredy Petrus Lomboan, S.Pd, dan Pengawas Ivone H Lumempow, S.Th, MAP.(P-sm)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan