PRIORITAS, 16/8/26 (Jakarta): DPR RI akan mengkaji terlebih dahulu usulan Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Pengadilan Ad zhoc khusus BUMN. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa usulan tersebut muncul karena Prabowo terlalu bersemangat saat menyoroti banyaknya BUMN merugi akibat tata kelola yang tidak baik.
“Ya, itu kan tadi ada usulan karena Pak Presiden terlalu bersemangat menyampaikan bahwa memang ke belakang itu BUMN-BUMN kita banyak yang rugi karena tata kelola yang tidak baik,” ujar Dasco saat ditemui di Gedung DPR RI, Jumat (14/8/26) lalu.
Selanjutnya Dasco menegaskan, DPR RI belum bisa mengambil keputusan terkait usulan tersebut.
Disebut dia, DPR akan mengkaji terlebih dahulu gagasan pembentukan Pengadilan Ad Hoc khusus BUMN.
“Nah, tentunya kami akan kaji dulu mengenai hal itu, dan juga kalau adapun aturan, kan itu adalah pemerintah dan DPR. Begitu,” jelas Dasco lagi
Prabowo usulkan Pengadilan Ad Hoc BUMN
Seperti telah jadi viral di bebagai media, diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengusulkan pembentukan Pengadilan Ad Hoc khusus untuk mengusut pengelolaan BUMN dalam 30 tahun terakhir.
Diketahui, Prabowo menyampaikan usulan tersebut dalam Sidang Tahunan MPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/26) lalu.
“Mungkin harus kita bentuk suatu Pengadilan Ad Hoc khusus, untuk kita usut pengurus-pengurus direksi 30 tahun ke belakang mungkin,” usul Prabowo.
Ia mengatakan, usulan tersebut akan dikonsultasikan dengan DPR RI.
Pengampuman bagi yang mengakui kesalahan
Juga, Prabowo mengusulkan pemberian pengampunan khusus bagi direksi BUMN yang mengakui kesalahan dan bertobat.
“Kalau perlu kita memberi juga peluang semacam amnesti khusus, untuk mereka yang tobat, mereka yang sadar, mereka yang mengakui. Nah ini saya serahkan kepada wakil-wakil rakyat untuk memutuskan,” tutur Prabowo lagi penuh semangat.
Selain itu, demikian Kompas.com, Prabowo juga menyoroti banyak BUMN yang dinilai tidak produktif dan mengalami kerugian. Prabowo mengatakan, pemerintah akan mempertahankan BUMN yang produktif dan menciptakan nilai tambah bagi rakyat. (P-*/jr)