PRIORITAS, 17/8/26 (Parigi Moutong): Warga Kabupaten Parigi Moutong menggelar upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan hutan lindung. Mereka memilih kawasan kilometer 14 jalur kebun kopi di Sulawesi Tengah sebagai lokasi upacara.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 17 Agustus 2026. Warga, Kelompok Pecinta Alam (KPA), dan mahasiswa mengikuti upacara bendera di kawasan Toboli Barat.
Ketua Badan Koordinasi Pemuda Desa Toboli Barat, Iswadi, mengatakan kemerdekaan memiliki makna luas. Menurutnya, masyarakat dapat merayakan kemerdekaan di alam terbuka, gunung, dan kawasan hutan.
“Pesannya sekaligus menjaga lingkungan untuk masa depan bangsa,” kata Iswadi di Toboli. Ia menilai menjaga alam menjadi bagian penting dalam mengisi kemerdekaan.
Upacara di hutan pesan untuk generasi muda
Iswadi mengatakan masyarakat kini tidak lagi berjuang menghadapi penjajahan. Karena itu, generasi muda perlu menggunakan potensi daerah untuk berkreasi dan berinovasi.
Menurut dia, pemuda harus membangun persatuan untuk mendorong kemajuan daerah. Momentum kemerdekaan juga menjadi kesempatan memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Kami berkumpul merupakan salah satu komitmen merawat lingkungan dan hutan,” ujarnya. Ia menegaskan masyarakat perlu mencegah berbagai aktivitas ilegal yang merusak kawasan hutan.
Selain itu, masyarakat perlu menjaga sumber daya alam untuk kepentingan generasi mendatang. Karena itu, Iswadi mengajak semua pihak terlibat dalam menjaga kawasan hutan.
Upacara hingga promosi wisata alam
Pemilihan lokasi upacara juga memiliki tujuan lain. Masyarakat ingin memperkenalkan potensi wisata alam yang berada di wilayah Parigi Moutong.
Kawasan hutan lindung tersebut berada pada ketinggian sekitar 800 meter di atas permukaan laut. Wilayah itu menyimpan sejumlah potensi wisata yang dapat dikembangkan.
Salah satu potensi tersebut ialah Air Terjun Likumavuri di kawasan gunung Desa Toboli Barat. Keberadaan objek wisata tersebut menjadi peluang pengembangan wisata berbasis alam.
Iswadi berharap pemerintah daerah melihat potensi tersebut sebagai bagian dari pengembangan pariwisata. Menurutnya, pengelolaan wisata harus tetap mengutamakan kelestarian lingkungan.
“Menjaga alam butuh keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat,” katanya. Ia berharap pembangunan di Parigi Moutong terus berkembang dan mampu bersaing dengan daerah lain.
Kirab bendera 50 meter
Melansir Antara News Sulteng, perwakilan Pemerintah Kecamatan Parigi Utara, Sahrin, mengapresiasi cara masyarakat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ia menilai upacara di kawasan pegunungan menjadi bentuk kreativitas masyarakat.
Menurut Sahrin, kegiatan tersebut memberi suasana berbeda dalam perayaan kemerdekaan. Warga dapat memperkuat semangat nasionalisme sambil menikmati lingkungan alam yang sejuk.
“Saya berharap generasi muda lebih kreatif dan turut mendukung pembangunan daerah,” ucapnya. Ia menilai keterlibatan pemuda penting untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.
Rangkaian kegiatan HUT RI dimulai dengan kirab bendera merah putih sepanjang 50 meter. Warga memasang bendera tersebut di tebing gunung kilometer 17 pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Selanjutnya, warga menggelar upacara bendera pada Senin, 17 Agustus 2026. Setelah upacara, mereka melanjutkan kegiatan dengan memungut sampah.
Aksi bersih lingkungan berlangsung dari kilometer 17 hingga Semangat Empat, Desa Toboli, melalui jalur Trans Sulawesi. Kegiatan tersebut memperkuat pesan utama perayaan kemerdekaan di kawasan hutan.
Warga tidak hanya merayakan HUT RI melalui upacara. Mereka sekaligus menunjukkan komitmen menjaga hutan dan memperkenalkan potensi wisata alam Parigi Moutong. (P-*Ant/sm)