Matilda 1, kapal pendarat canggih lahir dari Batam, siap perkuat operasi Indo-Pasifik. (Istimewa)PRIORITAS, 16/7/2026 (Batam): Industri pertahanan Indonesia kembali mencuri perhatian dunia maritim internasional setelah uji coba laut Matilda 1, kapal jenis Stern Landing Vessel (SLV) sepanjang 73 meter, resmi dimulai di perairan Batam.
Kapal pendarat revolusioner ini dibangun oleh sebuah galangan strategis di Batam dan diluncurkan pada akhir Januari 2026.
Berakar dari konsep SLV yang telah digunakan di Australia selama tiga dekade, Matilda 1 menghadirkan inovasi besar dengan metode pendaratan melalui buritan (stern-first). Desain ini memungkinkan penggunaan lambung V-shallow, side pods, serta aft skeg pelindung yang menjaga baling-baling saat mendarat di pantai.
Kemampuan teknisnya dinilai jauh melampaui kapal pendarat konvensional. Matilda 1 mampu menembus ombak dengan lebih stabil, memiliki daya jelajah hingga 4.000 mil laut pada Sea State 4, dan menyediakan dek logistik seluas 670 meter persegi dengan kapasitas 42 slot dasar kontainer—dengan kemungkinan penumpukan ganda hingga total 84 kontainer ISO 20 kaki.
Dengan sistem propulsi quad-screw diesel-electric, Matilda 1 sanggup membawa beban pantai 550 ton dan total muatan 1.500 ton. Kapal ini dapat memuat alutsista berat seperti 18 peluncur roket HIMARS, 20 kendaraan JLTV, atau 12 kendaraan tempur amfibi.
Pada konfigurasi militernya, Matilda 1 diperkuat pelat baja tahan benturan pantai, kompartemen kedap air, bow thruster untuk manuver di perairan sempit, serta opsi integrasi dek penerbangan untuk drone hingga helikopter.
Usai uji coba di Batam, Matilda 1 dijadwalkan dikirim ke Australia bagian utara pada awal 2026 untuk mendukung operasi logistik dan konsep ekspedisi militer Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik. (P-Jeff K)