Tuntaskan marathon di bawah dua jam, Sebastian Sawe pecahkan rekor dunia

Wolter Rumapar
Senin, 27 April 2026
Atletik 0 428
2 menit membaca

Poster pelari asal Kenya Sebastian Sawe memecahkan rekor dunia saat menjuarai London Marathon 2026 dalam media sosial yang dipantau di Jakarta, Minggu (26/42026). (Akun Instagram resmi London Marathon @londonmarathon


PRIORITAS, 27/4/26 (London): Pelari asal Kenya Sebastian Sawe menjadi manusia pertama dalam sejarah yang berhasil menuntaskan marathon dengan catatan waktu di bawah dua jam.

Sawe menjuarai London Marathon pada Minggu (26/4/26) dengan waktu fenomenal 1 jam 59 menit 30 detik .

“Kami menjalani awal balapan dengan sangat baik. Memperoleh garis finis, saya merasa begitu kuat,” kata Sebastian Sawe dikutip dari laman ESPN, Minggu (26/4/26.


Sawe mencatatkan waktu luar biasanya memangkas 65 detik dari rekor sebelumnya yang dipegang mendiang Kelvin Kiptum dengan 2 jam 35 detik, yang mencatatkannya pada Maraton Chicago 2023.

Atlet berusia 31 tahun ini belum pernah terkalahkan dalam lari marathon. Sementara itu, Yomif Kejelcha (Ethiopia) yang memulai debut maratonnya tampil gemilang dengan finish di posisi kedua (1:59:41), hanya terpaut 11 detik dari Sawe.

Sedangkan, Jacob Kiplimo (Uganda) meraih perunggu dengan waktu 2:02:28.

Pengalaman berbicara

Sawe dan Kejelcha saling bergantian memimpin sejak kilometer awal. Ketegangan memuncak di 10 kilometer terakhir.

Namun, di akhir, pengalaman Sawe berbicara. Ia melepaskan akselerasi mematikan yang meninggalkan Kejelcha, yang mulai kehabisan napas di debut maratonnya .

“Tadi di kilometer 38, saya merasa kaki saya seperti akan copot. Tapi saya terus memikirkan rekor, memikirkan orang-orang yang mendukung saya. Ini untuk Kenya, untuk keluarga saya, untuk Kiptum,” ujar Sawe dengan suara bergetar usai lomba .

Assefa juara putri

Di sektor wanita, Tigst Assefa (Ethiopia) juga menorehkan sejarah. Ia memecahkan rekor dunianya sendiri. Assefa finis dengan waktu 2:15:41 , memangkas 9 detik dari rekor sebelumnya (2:15:50) yang ia buat di London Marathon tahun lalu .

Ia mengalahkan dua rival berat asal Kenya, Hellen Obiri (2:15:53) dan Joyciline Jepkosgei (2:15:55), dalam finis yang sangat ketat .

Kelas kursi roda putra kembali didominasi legenda Swiss, Marcel Hug. Ia menang untuk keenam kalinya secara beruntun dan yang kedelapan secara keseluruhan (2:12:23).

Sementara itu, rekannya, Catherine Debrunner, memenangi lomba putri (1:44:00) untuk ketiga kalinya secara beruntun .

Dunia marathon masih terus berduka atas kepergian Kelvin Kiptum di usia 24 tahun (2024). Namun, semangatnya untuk menembus batas waktu 2 jam akhirnya terwujud di London, oleh putra terbaik Kenya.

“Kami kehilangan seorang bintang, tetapi hari ini Sabastian menunjukkan bahwa mimpi itu nyata. Marathon tidak akan sama lagi setelah hari ini,” ujar Presiden World Athletics, Sebastian Coe, dalam wawancara di sela-sela penghargaan seperti dikutip Antara. (P-wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan