Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. (IMAGN IMAGES via Reuters Connect/Amber Searls/Courtesy CNBC Indonesia)PRIORITAS, 2/7/26 (Colombus, Ohio, Amerika Serikat): Betul. Belum dua tahun Presiden Donald Trump menjadi pemimpin Amerika Serikat (AS) alias baru 17 bulan, tapi harta kekayaannya dilaporkan “menggendut” dan menembus RpUS$6,5 miliar atau sekitar Rp117 triliun. Wuauw!
Disebutkan, lonjakan kekayaan tersebut didorong oleh bisnis aset kripto yang kini menjadi sumber pendapatan terbesar Trump, menggeser dominasi bisnis properti yang selama puluhan tahun menjadi identitas utama taipan asal New York tersebut.
Selanjutnya, dalam laporan pengungkapan keuangan tahunan 2025 yang disampaikan kepada Kantor Etika Pemerintah AS, Selasa (30/7/26) waktu setemnpat, Trump melaporkan pendapatan lebih dari US$1,4 miliar yang berasal dari berbagai usaha kripto milik keluarganya itu.
Hasil penjualan token kripto, saham dan meme
Dilaporkan juga, perusahaan Trump menerima hampir US$800 juta dari World Liberty Financial, perusahaan aset digital yang didirikan bersama putra-putranya. Pendapatan itu terdiri dari lebih dari US$520 juta hasil penjualan token kripto dan lebih dari US$250 juta dari penjualan saham perusahaan ini.
Di samping itu, Trump juga mengantongi sekitar US$635 juta dari penjualan koin meme bertema dirinya (Trump Meme Coin). Besarnya pendapatan tersebut menunjukkan perubahan drastis dibandingkan laporan tahun lalu.
Diketahui, pada pengungkapan keuangan 2024, Trump hanya melaporkan pendapatan sekitar US$57,35 juta dari World Liberty Financial. Dalam setahun, angka tersebut melonjak hampir sembilan kali lipat.
Kebijakan Trump dinilai menguntungkan industri aset digital
Sementara itu, Reuters Rabu (1/7/26) waktu setempat, bahkan memperkirakan keluarga Trump telah menghasilkan sedikitnya US$2,3 miliar dari berbagai proyek terkait kripto sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden pada Januari 2025. Perkembangan tersebut terjadi bersamaan dengan berbagai kebijakan pemerintahan Trump yang dinilai menguntungkan industri aset digital, mulai dari mendorong regulasi stablecoin hingga mengurangi pengawasan terhadap industri kripto oleh Departemen Kehakiman AS dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC).
Kendati begitu, bisnis tradisional Trump masih menjadi penyumbang pendapatan yang signifikan. Pendapatan lapangan golf dan resor miliknya meningkat sekitar 15 persen menjadi lebih dari US$500 juta sepanjang 2025.
Lalu, resor Mar-a-Lago di Florida mencatat lonjakan pendapatan menjadi US$77 juta dari sekitar US$50 juta pada tahun sebelumnya. Klub golf Trump di West Palm Beach juga membukukan kenaikan pendapatan sekitar 27 persen.
Pendapatan di luar bisnis kripto dan properti
Di samping bisnis kripto dan properti, Trump juga memperoleh lebih dari US$80 juta dari penyelesaian sengketa hukum dengan sejumlah perusahaan media.
Bahkan, dia juga mendapat sekitar US$52 juta dari lisensi penggunaan merek Trump untuk proyek properti di luar negeri, terutama di kawasan Timur Tengah.
Bantahan Gedung Putih
Sementara itu Gedung Putih membantah tudingan adanya konflik kepentingan. Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly menyatakan, Presiden Trump maupun keluarganya tidak pernah terlibat dalam konflik kepentingan dan seluruh kebijakan yang diambil bertujuan untuk kepentingan rakyat AS.
Kendati begitu, sejumlah pakar etika pemerintahan tetap menyoroti besarnya keuntungan yang diperoleh Trump dari sektor yang juga mendapat dukungan kebijakan pemerintahannya. Mantan pejabat Kantor Etika Pemerintah AS, Don Fox, menilai Trump telah mengabaikan norma yang selama ini dijalankan para presiden AS pasca-Watergate, yakni menghindari potensi benturan kepentingan antara jabatan publik dan kepentingan bisnis pribadinya.
Berkat kekayaan yang kini diperkirakan mencapai sekitar US$6,5 miliar atau setara Rp117 triliun, Trump menjadi salah satu presiden terkaya dalam sejarah AS. Berbeda dengan periode pertamanya yang didominasi bisnis properti, kenaikan kekayaan Trump kali ini justru banyak ditopang oleh ekspansi agresif bisnis aset kripto milik keluarganya tersebut.
Sementara itu, seperti dilansir CNBC Indonesia, di sisi lain, Wakil Presiden JD Vance dalam dokumen terpisah melaporkan draf pendapatan yang lebih moderat. Di mana ia meraup royalti antara US$1 juta hingga US$5 juta alias sekitar Rp89,75 miiliar dari buku memoar terlarisnya “Hillbilly Elegy” ditambah ribuan dolar dari pembayaran uang muka penerbitan buku tersebut di luar negeri yang siap menerbitkan bukunya itu. (P-*r/jr)