Kapal induk kelas Nimitz USS George HW Bush saat berlayar di Samudra Atlantik, 6 Februari 2026. Kapal induk ini kemungkinan akan ikut berperag lawan Iran. (usnavy)PRIORITAS, 7/3/26 (Washington): Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, ingin menghancurkan semua rezim Iran, agar tidak lagi menjadi pengganggu di Timur Tengah.
“Hari ini Iran akan dihantam sangat keras! … Iran sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya“, kata Presiden Trump dalam Truth Social, seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Sabtu (7/3/26).
Trump menilai, Iran ingin mengambil alih dan menguasai Timur Tengah. Namun niat mereka tidak berhasil, malah ini adalah pertama kalinya Iran kalah dalam ribuan tahun, dari negara-negara Timur Tengah di sekitarnya.
“Iran, yang sedang dihancurkan habis-habisan, telah meminta maaf dan menyerah kepada negara-negara tetangganya di Timur Tengah, serta berjanji tidak akan menembaki mereka lagi. Janji ini hanya dibuat karena serangan tanpa henti dari AS dan Israel”, papar Trump.
Presiden AS memberi peringatan serangan militer ke Iran tetap akan terus berlanjut, kecuali rezim tersebut menyerah.
Trump juga mengancam akan menyerang individu dan wilayah lain di Iran, yang sebelumnya tidak menjadi sasaran pengeboman AS dan Israel.
“Area dan kelompok orang yang sebelumnya tidak dipertimbangkan untuk dijadikan sasaran hingga saat ini, karena perilaku buruk Iran, sedang dipertimbangkan secara serius untuk dihancurkan sepenuhnya dan dipastikan akan dibunuh,” ujar Trump.
Tambahan kapal induk
Keinginan Trump untuk meruntuhkan rezim Iran sepenuhnya diduga ada kaitan dengan kemungkinan AS ingin menambah armada perang dalam menyerang Iran.
Sumber pejabat militer AS mengatakan AS bakal mengirim satu lagi kapal induk bertenaga nuklir ke Timur Tengah.
Kapal induk yang sudah siap adalah USS George HW Bush yang mampu membawa pesawat jet tempur hingga 70-75 unit. Ini akan menjadikan jumlah kapal induk AS di Timur Tengah menjadi tiga.
Menurut laporan Fox News, USS George HW Bush telah menyelesaikan pelatihan pra-penugasannya pada hari Kamis.
US Naval Institute menyebutkan latihan gabungan wajib dilakukan semua kelompok serang kapal induk, sebelum mendapatkan sertifikasi untuk penugasan nasional.
Kelompok tempur kapal induk tersebut diperkirakan akan segera dikerahkan dan menuju ke Mediterania timur, tempat USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia, baru-baru ini ditempatkan.
Kapal induk USS Abraham Lincoln, sudah lebih dulu berposisi di Laut Arab untuk melakukan serangan terhadap Iran di tengah perang. (P-Jeffry W)