
Foto ilustrasi QRIS (Foto: Antara)PRIORITAS, 23/4/26 (Jakarta): Bank Indonesia (BI) menargetkan peluncuran QRIS lintas negara antara Indonesia dan China pada 30 April 2026. Sistem ini dirancang untuk mempermudah transaksi pembayaran bagi wisatawan dan pelaku usaha di kedua negara.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyampaikan kesiapan implementasi sudah memasuki tahap akhir, baik dari sisi teknis maupun bisnis. Uji coba menunjukkan hasil positif sehingga peluncuran optimistis dapat dilakukan sesuai jadwal.
Selama masa uji coba (sandbox), transaksi mencapai 1,64 juta dengan nilai sekitar Rp556 miliar. Capaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan sistem pembayaran lintas negara yang cepat dan praktis.
Kerja sama ini melibatkan banyak pihak. Dari Indonesia terdapat 24 penyelenggara terdiri dari 16 bank dan 8 lembaga nonbank, sedangkan China melibatkan 19 penyelenggara. Kolaborasi ini memperkuat ekosistem pembayaran digital kedua negara.

Implementasi QRIS lintas negara memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi di China tanpa perlu menukar uang tunai. Begitu pula sebaliknya, wisatawan China dapat bertransaksi di Indonesia dengan lebih mudah.
Transaksi capai 1,4 miliar
Di sisi lain, BI mencatat pertumbuhan signifikan pada sistem pembayaran domestik melalui BI-FAST. Pada kuartal I 2026, volume transaksi mencapai 1,4 miliar atau tumbuh sekitar 31 persen secara tahunan.
Nilai transaksi BI-FAST juga meningkat hingga Rp3.519 triliun, naik sekitar 28,35 persen dibandingkan periode sebelumnya. Rata-rata transaksi harian mencapai 15,6 juta, menunjukkan peningkatan aktivitas digital masyarakat.
Untuk mengantisipasi lonjakan transaksi ke depan, BI menyiapkan pengembangan “New BI-FAST”. Sistem ini dirancang meningkatkan kapasitas, efisiensi, serta keamanan transaksi, termasuk mitigasi risiko fraud dan ancaman siber, demikian informasi yang diterima dari Beritasatu. (P-Zamir)

