Terlibat pungli dan tambang ilegal, AKBP William Tanasela dicopot dari Kapolres Tuban

Herling Tumbel
Rabu, 10 Desember 2025
2 menit membaca

PRIORITAS, 10/12/25 (Surabaya): Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) resmi mencopot AKBP William Tanasela dari jabatan Kapolres Tuban, Jawa Timur, Selasa (9/12/25). Selanjutnya, William akan menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Keadilan (Propam) Polda Jatim.

AKBP William dicopot karena diduga telah melakukan pungutan liar (pungli) dengan cara meminta setoran dan memotong anggaran operasional di Polres Tuban.

Hal itu tertuang dalam surat perintah nomor Sprint/2611/XII/KEP/2025 yang ditandatangani Kapolda Jatim, Irjen Nanang Avianto pada Senin, 8 Desember 2025.

“(Dasar) Laporan Hasil Penyelidikan Nomor: R/LHP-361/XII/2025/Paminal tanggal 8 Desember 2025 tentang adanya dugaan AKBP William Cornelis Tanasale, S.I.K. NRP 83061364 selaku Kapolres Tuban Polda Jawa Timur menekan anggota untuk setoran dalam jumlah besar dan memotong anggaran operasional Polres Tuban,” bunyi surat tersebut, seperti dilansir dari inilah.com.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan pencopotan ini dilakukan untuk mempermudah proses pemeriksaan di Bidang Propam.

“AKBP WT (William Tanasale) saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut oleh Propam terkait informasi yang diterima,” ujar Jules, di Surabaya, Selasa (9/12/25).

Dia menjelaskan, pencopotan sementara kepada AKBP William ini sudah menjadi prosedur standar dalam proses pemeriksaan di Propam. “Sebagai bagian dari prosedur, yang bersangkutan telah diberhentikan sementara dari tugasnya hingga proses pemeriksaan selesai,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast yang sebelumnya menjabat Kabidhumas Polda Jabar.

Untuk menjaga kelancaran pelayanan masyarakat, Kapolda Jatim telah menunjuk Kombes Pol Agung sebagai pengganti sementara Kapolres Tuban.

“Pemeriksaan terhadap William dipicu sejumlah kasus besar yang diduga tidak ditangani secara profesional, antara lain kasus salah tangkap hingga penyiksaan berat terhadap seorang warga dengan inisial MR. Selain itu, muncul dugaan terkait mafia tambang ilegal di Kecamatan Jatirogo, Tuban Jawa Timur,” ungkapnya. (P-*/Elkana Lengkong)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025