31.1 C
Jakarta
Tuesday, May 21, 2024

    Kawanua Rescue Indonesia, Menyelamatkan dengan Kasih

    Terkait

    Foto: Ketum KRI, Max Boseke, menyerahkan potongan tumpeng HUT ke-1 KRI kepada perwakilan Dewan Penasihat, Sylvia Mogot.

    Tangsel, 25/9/2021 (SOLUSSINews.com) – “Rescue with Love” menjadi tema perayaan Hari Ulang Tahun pertama Kawanua Rescue Indonesia (KRI) di kawasan Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (25/9). Menurut panitia penyelenggara, tema tersebut diangkat dengan pertimbangan bahwa dalam aksi kemanusiaan, “menyelamatkan” atau rescue merupakan sesuatu yang sangat baik, dan jika itu dilakukan dengan penuh kasih atau ikhlas, nilainya akan bertambah, baik bagi yang ditolong maupun yang menolong.

    “Kami berharap, ‘Rescue with Love’ akan terus menjadi ciri khas kegiatan kemanusiaan Kawanua Rescue Indonesia,” kata Ketua Panitia, Victor Oktivian. Penekanan pada tema “Menyelamatkan dengan Kasih” tersebut disampaikan Pendeta Steven Palit dalam khotbahnya. Mengutip sebuah ungkapan, Steven mengatakan, “Kita berlari untuk menyelamatkan, dan kedamaian akan mengikuti. Intinya, kita menolong dengan kasih, tanpa pamrih, maka hidup lebih bermakna.”

    Penekanan yang sama juga disampaikan Ustad Yanuar Komara dalam doanya. “Mari menolong dengan penuh keikhlasan, Insyah Allah membawa berkah untuk sesama umat manusia,” ucapnya.

    Ketua Umum KRI, Max Ruland Boseke, dalam sambutannya antara lain menggaris-bawahi tema perayaan HUT ke-1 organisasi yang tepatnya berulang-tahun tanggal 19 September. “Dalam usia 1 tahun, KRI sudah cukup matang untuk mulai merencanakan hal-hal yang mudah-mudahan ke depan lebih bermanfaat untuk masyarakat. (Saya sepakat) dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya, KRI harus berlandaskan kasih, kasih yang agape, tanpa pamrih, yang tidak mencari imbalan, tidak cari muka, tidak cari nama, benar-benar dilakukan dengan ikhlas,” kata Sekretaris Utama Basarnas periode 2009-2015 itu.

    Hadir dalam perayaan HUT yang diadakan secara sederhana dan mematuhi prorokol kesehatan Covid-19 tersebut adalah Angelica Tengker selaku Ketua Dewan Pembina KRI, Sylvia Mogot (mewakili Dewan Penasihat), Capt. Albert Lapian (Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan) dan pengurus inti KRI lainnya seperti Capt. Hyronimus Taneh (Sekum), Lisye Sumakud Sinulingga (Bendum), Jahja Maramis (Kabid Operasi), dan Conny Linda Lintang (Wakil Bendum).

    Ketum KRI mengapresiasi kerja panitia di bawah pimpinan Victor Oktivian, Grace Luntungan (Sekretaris), Joice Salmon (Bendahara), Debbie Tuwo (Acara), Vera Sanger dan kawan-kawan.

    Tema “Rescue with Love” melengkapi moto KRI “Si Tou Timou Tumou Tou” (manusia hidup untuk mengihupkan manusia lain). KRI adalah organisasi relawan kemanusiaan dengan misi “melatih para relawan agar memenuhi syarat berpartisipasi dalam penanganan bencana”. Tujuannya adalah untuk membantu pemerintah dalam kaitan dengan penanggulangan bencana di tanah air. Tugas-tugas pokok KRI saat ini yaitu tanggap darurat, trauma healing (proses penyembuhan secara psikoligis kepada korban bencana), dan dapur umum, menghimpun dan menyalurkan bantuan sosial kepada para korban bencana.

    Dalam setahun berkiprah, di tengah kesulitan akibat pandemi Covid-19, KRI sudah melakukan berbagai aktivitas kemanusiaan seperti evakuasi korban banjir di Jakarta dan Bekasi pada saat banjir melanda Jabodetabek dan sebagian wilayah Indonesia Februari lalu, dengan menerjunkan tim perahu karet.

    Masih dalam kaitan dengan bencana banjir dan longsor pada Februari lalu, KRI juga telah menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan pakaian layak pakai kepada korban-korban bencana di sejumlah daerah seperti Pandeglang (Banten), Indramayu (Jawa Barat), dan Manado (Sulawesi Utara). Baru-baru ini, KRI juga mengumpulkan bantuan untuk para korban bencana di Kupang (NTT).

    Saat ini, KRI sudah menjalin kerjasama dengan Basarnas dan sudah terdaftar sebagai potensi SAR, sementara di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat sebagai organisasi relawan. Salahsatu bentuk konkret kerjasama KRI dengan instansi terkait adalah dengan mengirimkan 10 orang relawan mengikuti kegiatan pelatihan Manajemen Kebencanaan yang diadakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), selama tiga hari mulai Selasa 28 September 2021. (rls/kri/@wilson)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini