31.1 C
Jakarta
Tuesday, May 21, 2024

    Waspadalah !!! Gelombang Ketiga Covid-19 diprediksi Desember, warga Jakarta khususnya jangan sampai lengah

    Terkait

    Jakarta, 30/9/21 (SOLUSSInews.com) – Mengantisipadi Gelombang Ketiga Vovid-19, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga DKI Jakarta untuk tidak lengah dan euforia atas keberhasilan mengendalikan pandemi virus corona tersebut.

    Ya, Riza minta masyarakat tetap disiplin menjalakan protokol kesehatan secara ketat dalam berbagai aktivitas untuk mengantisipasi terjadi gelombang ketiga Covid-19 yang diprediksi bisa terjadi bulan Desember mendatang.

    “Kita tidak boleh abai, tidak boleh lengah, tidak boleh euforia, tidak boleh kendor, tetap laksanakan protokol kesehatan secara baik, secara bijak,” ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (30/9/21).

    Riza mengatakan, masyarakat perlu belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya di mana kasus aktif Covid-19 kembali naik ketika ada pelonggaran kegiatan. Pasalnya, pelonggaran kegiatan membuat orang banyak beraktivitas dan berinteraksi serta mulai mengabaikan protokol kesehatan, sehingga potensi penularan kasusnya semakin tinggi.

    “Jangan sampai terjadi seperti tahun sebelumnya, ketika ada penurunan, ada pelonggaran, kemudian kita kendor, kita lupa, kita abai, tidak waspada, akhirnya meningkat lagi. Kita harus siap dengan adanya kemungkinan gelombang ketiga, untuk itu seluruh masyarakat Jakarta kami minta tetap disiplin, patuh dan taat,” tambah Riza.

    Hingga saat ini, menurut Riza, Pemprov dan masyarakat Jakarta telah berhasil mengendalikan pandemi Covid-19. Hal ini, kata Riza, tidak terlepas dari langkah pemerintah meningkatkan kapasitas 3T (‘testing, tracing, treatment’) serta vaksinasi masif yang dilakukan di Jakarta.

    “Kita lihat dengan penyebaran Covid -19 semakin menurun secara signifikan, artinya upaya kita 3T berhasil, upaya kita meningkatkan vaksin juga berhasil dan terbukti dengan penyebaran yang semakin kecil,” jelasnya.

    Dampak liburan

    Puncak gelombang pertama pandemi Covid-19 di Jakarta terjadi pada 3 Februari 2021 lalu dengan jumlah kasus aktif Covid-19 sebanyak 26.031 kasus. Peningkatan jumlah kasus aktif saat itu tidak terlepas dari dampak liburan akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021.

    Sementara puncak gelombang kedua terjadi pada 16 Juli 2021 dengan jumlah kasus aktif sebanyak 113.138 kasus. Jumlah kasus pada gelombang kedua ini naik empat kali lipat dari puncak kasus gelombang pertama. Kenaikan ini tidak terlepas dari dampak mutasi baru virus Covid-19 varian delta yang disebutkan lebih berbahaya dan mudah menular.

    Hingga 29 September, kasus aktif di Jakarta sudah turun 63 kali lipat dari puncak kasus aktif di Jakarta pada pertengahan Juli 2021 lalu, yakni 1.764 kasus dengan perincian 534 orang yang menjalani perawatan di 140 RS rujukan di Jakarta dan sebanyak

    Hal ini berarti, jumlah kasus aktif saat ini turun tajam sebanyak 111.374 atau turun 63 kali lipat dibandingkan puncak kasus aktif di Ibu Kota yang terjadi pada 16 Juli 2021 lalu. Pada saat itu, jumlah kasus aktif mencapai angka 113.138 kasus dengan perincian 88.295 pasien Covid-19 yang menjalani isolasi dan sebanyak 24.843 pasien Covid-19 yang dirawat.

    ‘Positivity rate’ tutun

    Kasus aktif saat ini hanya hanya 0,2 persen dari total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jakarta yang saat ini sudah mencapai angka 857.616 kasus. Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 842.336 dengan tingkat kesembuhan 98,2 persen, dan total 13.516 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6 persen.

    Sedangkan positivity rate atau persentase kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir juga mengalami penurunan yang signifikan. Hingga saat ini, positivity rate di Jakarta sudah berada di angka 0,9 persen. Angka ini terus menjauh dari ambang batal ideal positivity rate yang ditetapkan oleh WHO, yakni lima persen.

    Padahal, dalam sepekan terakhir, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan tes PCR sebanyak 118.881 orang. Dari jumlah ini, sebanyak 1.070 orang dinyatakan positif Covid-19 dan 117.811 orang dinyatakan negatif Covid-19. Jumlah tes PCR ini sudah melampaui standar minimun yang ditetapkan WHO, yakni 10.645 orang dites PCR per minggu di Jakarta. Hal ini berarti, jumlah tes PCR di Jakarta sudah 11 kali lipat dari standar WHO.

    Hingga saat ini, jumlah warga yang sudah divaksin dosis 1 di Jakarta sebanyak 10.434.535 orang, atau116,7 persen dari target sasaran vaksin warga Jakarta 8,9 juta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 35 persen warga KTP non-DKI. Sedangkan, total vaksinasi dosis 2 kini mencapai kini mencapai 7.720.027 orang (86,3 persen), dengan proporsi 66 persen merupakan warga ber-KTP DKI dan 34 persen warga KTP non-DKI. (S-BS/jr)

    - Advertisement -spot_img

    Viral

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    - Advertisement -spot_img

    Terkini