Terkejut Xabi Alonso dipecat, Jurgen Klopp: Ada masalah di internal Real Madrid

Wolter Rumapar
Rabu, 14 Januari 2026
BOLA 0 553
3 menit membaca

PRIORITAS, 14/1/26 (Madrid): Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp mengaku terkejut atas keputusan Real Madrid memecat Xabi Alonso sebagai pelatih. Xabi Alonso resmi dipecat pada Senin (12/1/26), kurang dari 24 jam setelah kekalahan Real Madrid 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol yang digelar di Jeddah.


Manajemen klub kemudian menunjuk Álvaro Arbeloa sebagai pengganti Alonso. Arbeloa merupakan mantan rekan setim Alonso di Liverpool, Real Madrid, dan tim nasional Spanyol. Klopp menyampaikan komentarnya saat tampil dalam sebuah siaran televisi, ketika kabar pemecatan Alonso diumumkan secara mendadak.

Ia menilai keputusan tersebut sebagai sinyal adanya masalah internal di Real Madrid. “Tiba-tiba muncul kabar Xabi Alonso bukan lagi pelatih Real Madrid,” ujar pembawa acara sebelum bertanya kepada Klopp apakah teleponnya sudah mulai berdering.

Tidak ada kaitan


Klopp yang saat ini mengepalai tim sepakbola Red Bull, seperti RB Leipzig, New York Red Bulls, Red Bull Bragantino, dan Omiya Ardija itu pun menjawab memang ada pihak yang menghubunginya, meski bukan dari Real Madrid.
Namun, ia menegaskan tidak memiliki keterkaitan dengan isu tersebut.

“Pertama-tama, menurut saya ini adalah pertanda lain bahwa ada sesuatu yang tidak beres di sana saat ini. Saya menilai pemecatan Alonso mencerminkan tingginya ekspektasi dan tekanan di Real Madrid,’’ ujarnya dengan menyoroti rekam jejak Alonso yang dinilai sangat menjanjikan dalam dua tahun terakhir, khususnya saat melatih Bayer Leverkusen.

“Jika pelatih dengan kualitas seperti Xabi Alonso, yang telah menunjukkan kemampuan luar biasa, kemudian harus meninggalkan Madrid hanya enam bulan setelah ditunjuk, itu menunjukkan banyak hal,” ujarnya seperti dikutip Beritasatu.com.

Menurut Klopp, keputusan yang diambil dalam suasana emosional setelah kekalahan dari Barcelona memperlihatkan bahwa Real Madrid tidak memberi ruang waktu bagi proses. “Keputusan dalam situasi panas seperti itu, tepat setelah kalah di final dari Barcelona, berbicara banyak tentang kondisi klub,” lanjutnya.

Xabi pergi dengan rasa bangga

Sementara itu, Xabi Alonso meski tidak sesuai dengan keinginannya menegaskan, dia pergi dengan rasa bangga karena telah memberikan usaha maksimal selama menukangi Los Blancos. “Fase profesional saya sudah selesai, dan tidak berakhir seperti yang kita inginkan. Melatih Real Madrid merupakan kehormatan dan tanggung jawab besar,” ujar Alonso dalam surat perpisahan yang dia unggah di Instagram pada Selasa (13/1/26).

“Saya berterima kasih kepada klub, para pemain, dan terutama seluruh penggemar Madrid atas dukungan serta kepercayaan mereka. Saya pergi dengan rasa bangga, respek, dan puas karena telah melakukan yang terbaik.”
Alonso resmi tak menjadi pelatih Real Madrid pada Senin (12/1/26) malam WIB, atau kurang dari 24 jam setelah Real Madrid kalah 2-3 dari Barcelona pada final Piala Super Spanyol 2026. (P-wr)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan