Telur rebus sebaiknya dikonsumsi paling lama 1 pekan setelah dimasak

Rebecca Wilhelmina T
Minggu, 5 April 2026
3 menit membaca

PRIORITAS, 5/4/26 (Jakarta): Meskipun telur memiliki cangkang pelindung, para ahli mengatakan cangkang tersebut tidak juga melindungi telur dari kelembaban dan tidak kedap air.


Khusus telur rebus ayam dan bebek, ternyata cukup aman jika disimpan dalam hitungan hari. Namun para ahli mengatakan, telur rebus sebaiknya dikonsumsi cukup cepat yakni paling lama dalam waktu satu minggu setelah dimasak.

Itu untuk telur rebus yang tidak atau belum dikupas dan disimpan di lemari es. Disarankan, menyimpan telur yang sudah direbus di lemari es jika bermaksud menyantapnya beberapa hari ke depan. Sementara telur rebus yang sudah dikupas harus segera dikonsumsi. Hal itu terkait dengan daya tahan telur.

Lebih lanjut Martin Bucknavage, seorang spesialis keamanan pangan senior di Departemen Ilmu Pangan Universitas Penn State di University Park, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), menjelaskan tanda telur busuk yang dibiarkan terlalu lama di luar ruangan akan mengeluarkan bau yang sangat menyengat.


“Bakteri seperti salmonella dapat membuat Anda sakit meskipun telur tersebut tidak terlihat, terasa, atau berbau busuk, dan kuman ini seringkali terdapat pada telur mentah atau setengah matang,” kata Bucknavage kepada Everyday Health yang dikutip Antara (Jumat (3/4/26) sebagaimana dilansir Beritaprioritas.com Minggu (5/4/26).

Sementara itu, profesor ilmu pangan dan Direktur Pusat Keamanan Pangan di Universitas Georgia di Athens, AS, Francisco Diez-Gonzalez, PhD, mengatakan jika cangkang telur retak, hal ini mempermudah kontaminasi tambahan oleh sumber bakteri eksternal. Bakteri ini dapat bertahan bahkan pada cangkang telur yang bersih dan utuh.

“Jangan biarkan makanan yang mudah busuk di luar ruangan lebih dari dua jam jika Anda berencana untuk memakannya. Ini berlaku bahkan jika cuacanya lebih dingin, karena bakteri dapat berkembang biak dengan cepat ketika suhu berada antara 40 dan 140 derajat Fahrenheit yang disebut sebagai ‘zona bahaya’,” tambah Francisco Diez-Gonzalez.

Ilustrasi telur Paskah. (Courtesy: Getty Images via detik.com)

Telur Paskah

Saran dari para ahli ini juga ditujukan untuk masyarakat yang merayakan rangakaian acara Paskah dan menggunakan telur rebus sebagai dekorasi perayaan. Seperti diketahui, rangakain acara Paskah biasanya dilakukan komunitas, baik gereja maupun perkumpilan, dalam beberapa pekan setelah Paskah.

Mereka merekomendasikan menggunakan telur plastik untuk dekorasi dan menyiapkan telur rebus asli untuk dimakan keluarga agar tidak terkena kontaminasi bakteri.

Selain itu, warna-warni pada telur Paskah juga bisa menggunakan pewarna alami yang lebih aman dengan campuran buah bit untuk warna merah muda, kulit bawang merah direbus untuk warna merah, jus wortel parut untuk warna oranye, cairan dari perasan sayur bayam atau kol untuk hijau atau jus anggur untuk warna lavender.

Risiko kontaminasi juga akan lebih rendah jika mengadakan perburuan telur Paskah di dalam ruangan. (P-*/rwt)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan