Presiden Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) Nuanphan Lamsam alias Madam Pang. (YouTube.com/The Nation Thailand)PRIORITAS, 4/4/26 (Bangkok): “Para pemain yang mengenakan seragam tim nasional Thailand harus memiliki darah Thailand,” tegas Presiden Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT), Nualphan Lamsam. Dia menyatakan tidak akan menaturalisasi pemain yang sama sekali tidak memiliki garis keturunan Thailand.
Perempuan yang akrab disapa Madam Pang tersebut menegaskan komitmennya untuk menjaga identitas nasional dalam skuad Gajah Perang, mengutip BallThai, Jumat (3/4/26). Menurutnya, pemain naturalisasi tanpa keturunan lokal tidak akan bisa merepresentasikan identitas sejati negara. Ia pun menyoroti tren di Asia Tenggara, seperti Vietnam yang kini diperkuat pemain asal Brasil, Nguyen Xuan Son (Rafaelson) dan Do Hoang Hen (Hendrio).
Tidak cocok filosofi Thailand
Madam Pang mengakui model naturalisasi tersebut memberikan hasil instan secara profesional. Namun, ia memastikan jalan tersebut tidak cocok untuk filosofi sepak bola Thailand yang mengutamakan akar budaya. Saat ini, Thailand memang diperkuat banyak pemain berdarah campuran seperti Nicholas Mickelson, Jonathan Khemdee, dan Manuel Bihr.
Kelompok pemain ini dianggap tetap menjaga identitas tim meski tidak semuanya fasih berbahasa Thailand.
“Pemain ras campuran adalah solusi untuk kualitas, tetapi bukan formula utama kesuksesan. Fondasi terpenting tetaplah pembinaan pemain muda dan liga domestik yang kuat,” tambah Madam Pang.
Di sisi lain, media Thailand terus mendesak perombakan skuad setelah tim nyaris gagal melaju ke Piala Asia 2027. Beruntung, gol menit akhir dari bek keturunan Jerman, Manuel Bihr, berhasil menyelamatkan muka Thailand saat melawan Turkmenistan.
Hudson diberi otonom cari talenta
Pelatih Anthony Hudson kini diberi otonomi penuh untuk mencari talenta keturunan baru di luar negeri. Salah satu nama yang masuk dalam radar adalah bek asal Swedia, Erik Kahl, yang diproyeksikan debut dalam waktu dekat. Strategi Thailand ini kontras dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura yang mulai terbuka pada pemain murni asing.
Bahkan Indonesia, meski kini fokus pada pemain keturunan (diaspora), pernah menggunakan jasa pemain tanpa darah lokal seperti Marc Klok seperti dikutip Beritasatu.com. Langkah tegas Madam Pang ini menjadi sinyal bahwa Thailand lebih memilih proses panjang melalui pemain keturunan daripada mengambil jalan pintas naturalisasi murni demi prestasi sesaat. (P-wr)