Serangan pisau dan cairan kimia di pabrik Jepang, 15 orang terluka

Jeffry Wuisan
Jumat, 26 Desember 2025
2 menit membaca

PRIORITAS, 26/12/25 (Tokyo): Sebanyak 15 orang terluka dalam serangan pisau dan siraman cairan kimia di sebuah pabrik di Jepang.

Seorang pria memasuki sebuah pabrik di Prefektur Shizuoka di Jepang tengah dan menyerang orang-orang yang sedang bekerja dengan pisau sambil menyemprotkan cairan kimia.

“Seorang pria telah ditangkap setelah menikam delapan orang dan melukai tujuh lainnya dengan cairan bahan kimia yang diyakini sebagai pemutih di sebuah pabrik ban di Jepang tengah”, demikian lapor sejumlah media Jepang, seperti dikutip Beritaprioritas.com hari Jumat (26/12/25).

Sebuah panggilan darurat diterima sekitar pukul 16.30 waktu setempat, yang melaporkan beberapa orang telah ditikam di sebuah pabrik produsen ban Yokohama Rubber Co. di kota Mishima, sebelah barat Tokyo.

Ada cairan kimia disemprotkan di dalam fasilitas tersebut, lapor lembaga penyiaran publik NHK, mengutip polisi dan petugas pemadam kebakaran setempat.

Menurut dinas pemadam kebakaran, 15 orang mengalami luka-luka dan saat ini sedang menerima perawatan. Semuanya dalam keadaan sadar.

Polisi menangkap seorang warga Kota Mishima berusia 38 tahun, yang mengaku terkait dengan pabrik tersebut di tempat kejadian, atas dugaan percobaan pembunuhan.

Motif belum diketahui

Menurut polisi, tersangka dilaporkan mengenakan sesuatu yang tampak seperti masker gas pada saat serangan itu terjadi. Belum ada penjelasan langsung mengenai motifnya.

Laporan surat kabar utama Jepang, Asahi, yang mengutip keterangan para penyelidik, menyebutkan tersangka membawa pisau survival.

Menurut Dinas Pemadam Kebakaran Fujisan Nanto, lima orang yang ditikam berada dalam kondisi serius.

Tujuh orang lainnya juga terluka akibat cairan pemutih yang dilemparkan ke arah mereka selama serangan itu, dan dibawa ke rumah sakit untuk perawatan.

Media The Independent menyebutkan, Jepang memiliki undang-undang pengendalian senjata ketat dan kejahatan kekerasan yang jarang terjadi.

Tetapi sejumlah serangan pisau terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan mendapat sorotan publik.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025