Saham Jepang melonjak setelah Takaichi meraih kemenangan pemilu

Jeffry Wuisan
Senin, 9 Februari 2026
2 menit membaca

PRIORITAS, 9/2/26 (Tokyo): Saham-saham Jepang melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada hari Senin, seiring dengan kemenangan bersejarah Partai Demokrat Liberal (LDP) pimpinan Perdana Menteri Sanae Takaichi dalam pemilihan umum (pemilu).


Seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Senin (9/2/2026), indeks Nikkei 225 melonjak lebih dari 5% pada perdagangan awal Senin, sempat menembus angka 57.000 untuk pertama kalinya.

Meski indeks tersebut sempat kehilangan sebagian kenaikannya, tetapi tetap ditutup naik 3,9% pada rekor tertinggi 56.363,94.

Partai LDP mengamankan 316 dari 465 kursi dalam pemilihan hari Minggu. Ini pertama kalinya sebuah partai tunggal memenangkan mayoritas dua pertiga di majelis rendah,  sejak parlemen Jepang didirikan pada tahun 1947.


Partai Inovasi Jepang, mitra koalisi LDP, memenangkan 36 daerah pemilihan lagi, sehingga total kursi gabungan mereka menjadi 352 kursi.

Mandat sangat kuat ini adalah pertaruhan hasil bagi Takaichi. Ia kini menghadapi tantangan untuk menghidupkan kembali ekonomi Jepang yang lesu dan mengatasi masalah biaya hidup.

Kemenangan telak LDP akan membantu Takaichi memajukan kebijakan pro-bisnisnya tanpa harus bernegosiasi panjang lebar dengan partai-partai oposisi.

Takaichi mengatakan kepada wartawan dia akan mengejar kebijakan fiskal yang bertanggung jawab namun agresif dan tidak akan merombak Kabinet, yang dibentuk kurang dari empat bulan lalu.

 

Dorong ekonomi

Para pengamat pasar mengatakan kebijakan Takaichi dapat mendorong perekonomian Jepang.

Hasil pemilu dan langkah-langkah mendatang seperti

“Stimulus, penyesuaian pajak, dan deregulasi, jadi bahan bakar tambahan untuk tren kenaikan yang sudah ada,” kata analis investasi, Yuka Marosek, kepada BBC.

Kepala riset di Daiwa Capital Markets Europe, Chris Scicluna, mengatakan investor saham Jepang telah lama percaya pada Takaichi.

“Mereka yakin bahwa perusahaan-perusahaan Jepang akan mendapat manfaat dari janjinya untuk mengakhiri penghematan, mereka menyukai janjinya tentang lebih banyak investasi untuk mendorong pertumbuhan”, kata Scicluna.

Scicluna juga menilai, pelaku usaha menyukai fakta Takaichi telah mengidentifikasi beberapa sektor strategis seperti pertahanan dan AI untuk mendapat manfaat dari dukungan kebijakan tambahan.

Takaichi adalah Perdana Menteri perempuan pertama Jepang, yang  menyerukan pemilihan umum sela bulan lalu, hanya beberapa bulan setelah menjabat pada bulan Oktober.

Keberhasilannya sangat kontras dengan dua pendahulunya. Di bawah kepemimpinan mereka partai tersebut kehilangan mayoritas parlemen, menghadapi skandal korupsi, dan berjuang untuk mengendalikan kenaikan biaya.

Takaichi telah berjanji untuk memangkas pajak dan meningkatkan perekonomian Jepang melalui peningkatan pengeluaran, meskipun dari mana uang itu akan berasal menjadi kekhawatiran besar lainnya.(P-Jeffry W)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025

xIklan
xIklan