Tentara Amerika Serikat terjun dari helikopter ke atas geladak kapal tanker minyak Marinera (Bella-1). Armada bayangan Rusia itu disita di Samudera Atlantik.(uscoastguard)PRIORITAS, 8/1/26 (Moskow): Pemerintah Rusia meminta Amerika Serikat (AS) memulangkan segera para Anak Buah Kapal (ABK) termasuk penumpang kapal tanker minyak Marinera (Bella-1), yang ditangkap dan disita pasukan AS di Samudera Atlantik.
Seperti dikutip Beritaprioritas.com, hari Kamis (8/1/2026), Kementerian Luar Negeri Rusia kepada kantor berita TASS, mengatakan pemerintah AS tidak boleh menghalangi kepulangan segera para ABK kapal tersebut ke tanah air.
Rusia juga meminta AS memastikan perlakuan manusiawi dan bermartabat terhadap warga Rusia yang berada di atas kapal Marinera.
Menurut kantor berita itu, Kementerian luar negeri Rusia juga terus memantau secara cermat laporan tentang pendaratan pasukan AS di atas kapal tersebut.
Armada bayangan
Komando Eropa Amerika Serikat telah mengkonfirmasi penyitaan kapal tanker minyak Marinera yang memakai bendera Rusia, karena melanggar sanksi AS.
“Seperti yang telah kami laporkan, kapal tersebut telah berganti nama menjadi Marinera dan berlayar di bawah bendera Rusia saat melarikan diri dari kejaran AS di Atlantik. Kapal tanker tersebut telah berlayar dengan bendera Guyana sebelum ditangkap”, jelas Komando tersebut, lapor media Fox News.
Pasukan AS tetap menangkap kapal tersebut di tengah laut, meski sedang dikawal kapal selam militer Rusia.
Kapal tersebut sebelumnya bernama Bella-1 dan sudah lama dilacak AS karena termasuk salahsatu armada bayangan yang sering menyelundupkan minyak dari Iran dan Rusia.
AS sudah lama memberlakukan sanksi terhadap distribusi minyak dari Iran termasuk Rusia.
Hukum maritim
Kementerian Perhubungan Rusia menyatakan penyitaan kapal Marinera melanggar hukum maritim.
Rusia mengatakan mengeluarkan izin kepada kapal tersebut pada Malam Natal, untuk mengibarkan bendera Federasi Rusia, yang dikeluarkan sesuai dengan hukum Rusia dan hukum internasional.
“Sesuai dengan Konvensi Hukum Laut PBB tahun 1982, kebebasan navigasi berlaku di perairan laut lepas, dan tidak ada negara yang berhak menggunakan kekerasan terhadap kapal yang terdaftar secara sah di yurisdiksi negara lain”, bunyi pernyataan Kementerian Perhubungan Rusia.
Pembajakan
Seorang politisi senior dari partai Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengecam penyitaan kapal Marinera, yang berlayar di bawah izin sementara untuk menggunakan bendera Rusia.
“Operasi tersebut merupakan tindakan pembajakan terang-terangan”, kata anggota majelis tinggi parlemen Rusia, Andrei Klishas.
Klishas memainkan peran penting dalam keputusan konstitusional tahun 2020, yang memungkinkan Vladimir Putin tetap berkuasa melampaui batasan masa jabatan sebelumnya.
Mendiang kritikus Rusia, Alexei Navalny, menyebut Klishas sebagai ‘tentara Putin’ dalam perang melawan internet, karena usulannya untuk membatasi kebebasan rakyat Rusia berekspresi di dunia daring.(P-Jeffry W)