Serangan Amerika Serikat ke sejumlah target militer di pulau Kharg, Iran, hari Sabtu 14 Maret 2026.(us centcom)PRIORITAS, 16/3/26 (Kuwait): Rezim Iran tidak menginjinkan dan mencegah ribuan pekerja di ladang minyak raksasanya di Rezim Iran tidak menginjinkan dan mencegah ribuan pekerja di ladang minyak raksasanya di pulau Kharg untuk lari mengungsi, setelah terjadi kebakaran dan ledakan hebat akibat serangan militer Amerika Serikat.”>pulau Kharg untuk lari mengungsi, setelah terjadi kebakaran dan ledakan hebat akibat serangan militer Amerika Serikat.
Pasukan AS membombardir sekitar 90 target militer di pulau yang berjarak sekitar 25 kilometer dari daratan Iran itu, sebagai peringatan untuk memaksa rezim Khamenei menyerah.
Ladang minyak Pulau Kharg adalah sumber minyak mentah terbesar Iran, yang memasok sekitar 90 persen ekspor dengan rata-rata produksi sekitar 6-7 juta barel perhari. Selain itu ladang Kharg juga menjadi sumber cairan petrokimia dan gas untuk industri.
Informasi yang diperoleh Beritaprioritas.com, hari Senin (16/3/26), sekitar 7.000 pekerja di ladang minyak pulau Kharg itu, kini dilaporkan mogok kerja di tengah ketakutan muncul ledakan dahsyat, karena kebakaran masih terjadi di sekitar kilang minyak dan gas.
Selain itu, adanya ancaman serangan baru susulan militer AS, ikut menambah kekhawatiran ribuan pekerja di Kharg.
Para pekerja telah berkali-kali mendesak pemerintah Iran untuk segera mengevakuasi mereka keluar dari pulau tersebut, namun rezim Iran justru tidak peduli dan tetap mencegah staf teknis lari dari Kharg.
“Kebakaran masih terjadi di beberapa bagian pulau, dan pihak berwenang rezim bersikeras bahwa operasi di terminal ekspor minyak terpenting Iran harus terus berlanjut”, kata laporan sejumlah pejabat setempat.
Pesan mengkhawatirkan
Sejak dini hari Sabtu lalu, ketika pasukan AS menyerang Pulau Kharg, pesan-pesan yang mengkhawatirkan telah muncul dari para pekerja, insinyur, dan karyawan kompleks minyak dan petrokimia pulau tersebut.
Meskipun telah berulang kali diminta untuk dievakuasi karena bahaya langsung terhadap nyawa mereka, pihak berwenang rezim Iran tetap menolak untuk mengizinkan mereka pergi, lapor The Jerusalem Post.
Seorang warga di Bushehr mengatakan kepada The Media Line, para pekerja, staf, dan insinyur berkumpul di depan kantor pusat Perusahaan Minyak Landas Kontinental Iran, menuntut evakuasi.
Kebakaran masih terjadi di beberapa bagian pulau. Mengingat cadangan minyak sangat besar yang tersimpan di sana, setiap kobaran api yang tidak terkendali berisiko memicu ledakan sangat dahsyat dan dapat menimbulkan korban jiwa besar.
Menurut sumber yang sama, para manajer perusahaan di bawah kendali rezim Iran menyatakan setiap kepergian dari tempat kerja, merupakan pelanggaran peraturan.
Pada dini hari Sabtu, pulau ini yang menjadi jalur ekonomi vital Iran, berubah menjadi kobaran api.
Banyak warga khawatir serangan lebih lanjut yang lebih dahsyat, dapat memicu bencana lingkungan bagi seluruh wilayah tersebut.
Komando Pusat AS (Centcom) mengumumkan pada Sabtu dini hari, lebih dari 90 target militer di pulau itu telah dihancurkan, termasuk depot ranjau laut, fasilitas penyimpanan rudal, dan instalasi militer.
Dilaporkan juga peluncur rudal dan drone Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Angkatan Darat Iran yang ditempatkan untuk mengawasi Teluk Persia juga termasuk di antara target tersebut.
Kehilangan kontak
Keluarga para pekerja di Kharg yang berada di pulau utama Iran, sangat khawatir akan keselamatan mereka, karena beberapa di antaranya telah kehilangan kontak.
Seorang anggota keluarga dari salah satu pekerja di pulau Kharg itu, melalui aplikasi pesan mengatakan semua kontak telepon dan seluler dengan kerabat mereka telah terputus sejak Sabtu pagi.
“Saya sangat khawatir tentang apa yang terjadi pada mereka di pulau itu, yang sekarang telah menjadi salah satu target Amerika.”
Secara total, lebih dari 7.000 personel teknis bekerja di Kharg, yang berasal dari berbagai kota di Iran, komunitas lokal, dan pekerja dari provinsi selatan Hormozgan, Iran.
Pada hari Sabtu (Waktu Teheran), Presiden AS Donald Trump memposting di platform media sosialnya dengan mengatakan infrastruktur minyak Iran di pulau itu, untuk sementara waktu tidak dihancurkan atas dasar kemanusiaan, tetapi memperingatkan keputusan ini dapat berubah.
Pulau Kharg telah lama berfungsi sebagai terminal ekspor minyak utama Iran. Terletak hanya 25 kilometer dari pantai Iran, pulau ini menangani lebih dari 90 persen ekspor minyak negara tersebut.
Selain kilang minyak dan gas, pabrik petrokimia, dan Perusahaan Minyak Landas Kontinental Iran, pulau ini juga menampung berbagai industri pendukung.
Di Bushehr dan di seluruh kota pelabuhan Iran, penduduk semakin takut menyusul peringatan Centcom, mengingat pelabuhan-pelabuhan ini menangani sebagian besar ekspor minyak dan non-minyak Iran ke pasar global.
Laporan di media seperti Axios menyebut kemungkinan pasukan darat dan Marinir Amerika mendarat di Pulau Kharg untuk merebutnya, atau alternatifnya menduduki sebagian wilayah Iran yang menghadap Selat Hormuz.
Laporan ini memperdalam kekhawatiran perang di wilayah tersebut memasuki fase yang jauh lebih berbahaya dan eskalasi meningkat. (P-Jeffry W)