Respons Maarten Paes usai Ajax ditahan imbang NEC Nijmegen

Khalied Malvino
Minggu, 22 Februari 2026
BOLA 0 335
2 menit membaca

PRIORITAS, 22/2/26 (Amsterdam): Ajax Amsterdam harus puas dengan raihan satu poin setelah ditahan imbang 1-1 oleh NEC Nijmegen dalam lanjutan Liga Belanda di Johan Cruijff ArenA, Minggu (22/2/26) dini hari WIB.

Kiper timnas Indonesia, Maarten Paes, yang menjalani debut resminya pada laga ini, langsung melontarkan kritik keras atas hasil tersebut lantaran menganggap tim sebesar Ajax wajib mengamankan kemenangan di kandang sendiri.

Tuan rumah sejatinya unggul lebih dulu melalui aksi Mika Godts pada menit ke-39. Namun, NEC Nijmegen berhasil membalas lewat gol Darko Nemasjic di menit ke-57 yang memanfaatkan kelengahan barisan pertahanan Ajax.

Gol penyeimbang tersebut lahir dari skema sepak pojok yang menjadi catatan khusus bagi performa lini belakang tim asuhan Francesco Farioli.

Maarten Paes tampil sejak menit awal setelah kiper utama, Vitezslav Jaros, dilaporkan mengalami cedera.

Meski melakukan beberapa penyelamatan penting sepanjang laga, pemain berusia 26 tahun tersebut mengakui masih memerlukan adaptasi ritme pertandingan.

Kesalahan kecil dalam penguasaan bola sempat terjadi, namun ia mampu menjaga ketenangan di bawah mistar gawang.

Hasil imbang ini tidak mengubah posisi kedua tim pada klasemen sementara Liga Belanda. Ajax tetap tertahan di peringkat keempat dengan koleksi 43 poin.

Sementara itu, NEC Nijmegen berada satu tingkat di atasnya, posisi ketiga, dengan perolehan poin yang sama yakni 43 angka.

Menyoal ambisi tim di markas sendiri, penjaga gawang bertinggi 191 cm tersebut meluapkan ketidakpuasannya dengan menegaskan bahwa kemenangan adalah harga mati.

“Ketika Anda adalah Ajax, Anda harus selalu mengalahkan NEC di kandang,” cetus Paes dilansir laman resmi Ajax.

Mengenai performa individunya yang langsung mendapat sorotan di laga perdana, Paes memberikan gambaran terkait proses adaptasi serta ketenangan mentalnya di lapangan.

“Secara pribadi pertandingan saya berjalan cukup baik. Ada beberapa kesalahan kecil, tetapi saya berusaha tetap tenang meski langsung dihadapkan pada situasi yang tidak mudah,” beber Paes usai laga.

Terkait proses penunjukan dirinya sebagai starter yang tergolong mendadak, ia menjelaskan adanya komunikasi intens yang terjalin dengan tim pelatih sebelum sepak mula.

“Pelatih hanya bertanya apakah saya siap. Sejak saya datang, komunikasi kami berjalan dengan baik,” terang pemain kelahiran Nijmegen tersebut.

Menutup evaluasi pertandingan, Paes menyoroti rapuhnya antisipasi bola mati yang mengakibatkan timnya gagal memetik poin penuh di hadapan pendukung sendiri.

“Mereka mencetak gol dari situasi bola mati. Kami harus lebih tegas dan lebih kuat dalam momen seperti itu,” pungkas Paes. (P-Khalied M)

Terverifikasi di Dewan Pers
Nomor 1370/DP-Verifikasi/K/V/2025