Ketua Umum Projo, Budi Arie.(Dok/kompas.com)PRIORITAS, 13/11/25 (Jakarta): Budi Arie selaku Ketua Umum Projo, ditolak sejumlah pengurus daerah Partai Gerindra bergabung ke partai besutan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Demikian informasi yang diterima Beritaprioritas.com, Kamis (13/11/25)
Pada dasarnya mereka meragukan loyalitas hingga kasus hukum yang menyeret nama mantan Menteri Komunikasi dan Informatika era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) itu. Selain itu, Budi Arie dianggap hanya mencari perlindungan ke Gerindra.
Menurut Ketua DPC Gerindra Gresik, Asluchul Alif dirinya menolak rencana Budi Arie gabung partai. Menurutnya, Gerindra tempatnya kader yang berjuang untuk rakyat bukan demi jabatan.
“Saya tidak setuju Budi Arie bergabung ke Gerindra. Sebab Gerindra tempat kader pejuang rakyat bukan tempat pencari jabatan,” ungkap Alif seperti dikutip detikcom, Jumat (7/11/25) seperti dilansir dari CNN Indonesia.
Wakil Bupati Gresik ini menganggap Budi Arie mau pindah ke Gerindra hanya untuk mencari jabatan setelah dicopot dari kursi Menteri Koperasi.
Demikian juga dengan Ketua DPC Gerindra Kota Batu, Heli Suyanto mengatakan partainya bukan tempat untuk mencari suaka. Menurutnya, butuh loyalitas untuk bergabung ke Gerindra.
“Kalau cuma buat suaka kami menolak. Masih banyak kader Gerindra yang sangat loyal kepada Pak Prabowo. Di sini tempat loyalitas, bukan pencari suaka,” ungkapnya.
Sedangkan, Ketua DPC Gerindra Tulungagung, Ahmad Baharudin menyebut Budi Arie hanya ingin mencari perlindungan ke Gerindra.
“Karena dia ingin berlindung di Gerindra sebagai partainya presiden,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua DPC Gerindra Sidoarjo Mimik Idayana meminta Ketum Gerindra Prabowo Subianto menolak Budi Arie masuk partai.
“Mengingat Partai Gerinda partai politik yang nasionalis dan religius, tidak cocok untuk Budi Arie yang telah melakukan perbuat tercela dan merugikan bangsa rakyat Indonesia,” katanya. (P-*r/am)
No Comments